Share

Soal Politik Gagasan KIB, Pengamat: Gagasan Populis, Menarik Perhatian Publik

Nanda Aria, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648422 soal-politik-gagasan-kib-pengamat-gagasan-populis-menarik-perhatian-publik-kEdLvcHab3.jpg Koalisi KIB/ Foto: Bachtiar Rojab

JAKARTA - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Golkar, PAN, dan PPP kembali mengadakan pertemuan di Surabaya pada hari Minggu, 14 Agustus 2022. Pertemuan tersebut membahas visi dan misi koalisi sekaligus penyampaian Politik Gagasan oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

 BACA JUGA:IJTI Anugerahi Penghargaan Tokoh Inspiratif ke Kapolda Sumbar atas Pemberantasan Judi dan Narkoba

Menurut Pengamat Politik dan Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif mengatakan, Politik Gagasan yang digaungkan oleh KIB merupakan sebuah gagasan yang sangat populis, sangat menarik perhatian publik, karena berkaca pada Pilpres 2019 lalu rawan politik identitas.

"Agama, ras atau suku diakomodir untuk memperoleh suara, sehingga yang terjadi adalah keterbelahan di tengah para pemilih atau masyarakat," katanya, Senin (15/8/2022).

Menurutnya, penyampaian Politik Gagasan ini menggambarkan proses dinamika koalisi partai Politik pada Pilpres 2024 semakin serius. Gagasan atau ide yang disampaikan oleh masing-masing ketua umum KIB yaitu, Airlangga Hartarto, Suharso Monoarfa, dan Zulkifli Hasan merupakan gagasan positif untuk mempersatukan bangsa.

 BACA JUGA:Terima 4 Bintang Kehormatan Utama Sekaligus, Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Jokowi

Gagasan ini tentu kiblatnya Pancasila, arahnya sudah pasti kesana, karena tujuannya tidak lain untuk mempersatukan bangsa walaupun akan ada kompetisi untuk memperoleh kursi RI 1 dan RI 2, tentunya gagasan ini sangat diperlukan untuk mengeruk suara para pemilih yang nantinya tertarik pada ide-ide atau gagasan politik yang mempersatukan," ujarnya.

Terlebih beberapa hari terakhir ini masing-masing koalisi dinilai hanya memperlihatkan kemesraan kepada publik, tetapi tidak memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan Publik.

"Kalau menurut saya setiap pertemuan mengisyaratkan jawaban atas pertanyaan publik sejauh mana tujuan koalisi dibentuk, yang paling diharapkan adalah kejelasan hubungan koalisi tidak hanya sebatas kemesraan tanpa adanya program yang jelas dan kepastian deklarasi masing-masing bakal calon yang akan diusung pada Pilpres 2024," tambahnya.

Pada dasarnya, lanjut Arif, pembentukan koalisi harus menyentuh keinginan publik karena tujuan akhir atau tujuan jangka panjangnya adalah membentuk pemerintahan, tidak hanya koalisi transaksional, sebab koalisi ini cikal bakal akan membentuk kerjasama pemerintahan, dan program-program kerja pemerintah di masa yang akan datang, katanya.

Sejauh ini menurutnya, KIB unggul dari segi ketokohan dan gagasan politik yang dibangun. Tidak semua koalisi dibangun atas kesamaan faktor figur atau ketokohan saja, sebab salah satu penentu keberhasilan dalam membentuk sebuah koalisi adalah gagasan dan ide-ide yang sangat populis yang menyangkut kepentingan masyarakat.

"Yang nanti berpengaruh terhadap perilaku memilih masyarakat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini