Share

Meski Perlindungannya Ditolak, LPSK Nilai Putri Candrawathi Masih Bisa Jadi Saksi Kunci

Muhammad Farhan, MNC Portal · Senin 15 Agustus 2022 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648237 meski-perlindungannya-ditolak-lpsk-nilai-putri-candrawathi-masih-bisa-jadi-saksi-kunci-cnp20ck2v8.jpg Putri Candrawathi/ Foto: MNC Portal

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai posisi Putri Candrawathi alias PC, berpotensi besar menjadi saksi kunci untuk mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

Posisi PC sebagai istri Ferdy Sambo, menurut LPSK, dapat ikut berperan membeberkan peristiwa sebenarnya dari tabir misteri kematian Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

 BACA JUGA:Sidang Ketiga, Doni Salmanan Mendadak Irit Bicara

Menurut Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo mengungkapkan posisi PC yang kini telah ditolak permohonan perlindungan oleh lembaganya, dapat memberikan peran penting lainnya. Pasalnya ia menilai posisi PC saat ini lebih layak dijadikan saksi kunci.

"Melihat posisinya (PC), saya kira iya (menjadi saksi kunci)," tegas Hasto kepada wartawan, Senin (15/8/2022).

 BACA JUGA:Beri Dua Amplop ke Staf LPSK, Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK

Hasto pun menjelaskan kondisi PC berdasarkan asesmen LPSK itu membutuhkan layanan psikiatris. Akan tetapi, Hasto menyampaikan bukan menjadi kapasitas lembaganya untuk membantu pemulihan kesehatan mental dari PC.

"LPSK berkesimpulan bahwa sebenarnya ada kondisi stress, trauma, atau tekanan yang begitu hebat terhadap ibu PC ini. Kami juga kasihan sebenarnya," jelas Hasto

"Oleh karena itu kami rekomendasikan agar Kapolri perintahkan kepada Pusdokkes untuk memberikan layanan psikiatri pada yang bersangkutan maupun layanan psikologis supaya tidak terjadi yang serius terhadap ibu PC," tambah Hasto.

Sebelumnya, LPSK memutuskan untuk menolak pengajuan permohonan perlindungan yang diajukan Putri Candrawathi alias PC, istri Ferdy Sambo karena ditemukan adanya kejanggalan. Kejanggalan ini terjadi sejak awal saat pengajuan permohonan itu dilayangkan dalam nomor yang sama dengan laporan yang berbeda.

Demikian disampaikan oleh Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo saat melangsungkan konferensi pers di gedung LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).

 BACA JUGA:Resmi Jadi Justice Collaborator, LPSK Beri Perlindungan Sepenuhnya Pada Bharada E

Menurut Hasto, LPSK menerima dua permohonan perlindungan dari PC berdasarkan dua laporan yang berbeda.

"Sejak awal memang ada kejanggalan dalam permohonan ini. Kejanggalan pertama, ternyata ada dua permohonan lain yang diajukan Ibu PC bertanggal 8 Juli 2022 dan ada permohonan yang didasarkan pada LP yang diajukan oleh Polres Jakarta Selatan tertanggal 9 Juli," kata Hasto.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini