Share

Beri Dua Amplop ke Staf LPSK, Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 15 Agustus 2022 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648227 beri-dua-amplop-ke-staf-lpsk-ferdy-sambo-dilaporkan-ke-kpk-NTYjFfG4dK.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dilaporkan ke KPK terkait penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ferdy Sambo diduga memberikan dua amplop kepada staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

(Baca juga: LPSK Akui Tolak Amplop dari Sambo saat Dijumpai di Kantor Propam)

"Kami mendatangi KPK untuk memberikan laporan atau pengaduan terhadap masalah penyuapan atau mencoba melakukan penyuapan yang dilakukan oleh salah seorang dari stafnya Ferdy Sambo di ruangan Ferdy Sambo, ruangan tunggu Ferdy Sambo pada 13 Juli yang lalu," ujar Koordinator Tampak Roberth Keytimu di Gedung KPK, Jakarta, dillansir Antara, Senin (15/8/2022).

Percobaan penyuapan itu, kata dia, dilakukan terhadap dua pegawai LPSK yang pada saat itu melakukan pertemuan dengan Ferdy Sambo dalam kaitan dengan permohonan perlindungan yang dilakukan oleh Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo) dan Bharada Eliezer atau Bharada E (ajudan Ferdy Sambo). Saat itu, Ferdy Sambo masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

"Ketika itu selesai pertemuan lalu kemudian kedua staf LPSK tersebut disodorkan oleh seseorang dua amplop berwarna cokelat dan di dalamnya terdapat uang yang kira-kira tebalnya 1 centimeter, dan pada waktu itu kedua LPSK itu mereka gemetar dengan melihat dikasih amplop itu gemetar dan minta supaya dikembalikan supaya dikembalikan pulang," ucap Roberth.

"Pada saat itu, orang yang menyerahkan uang itu mengatakan bahwa itu dari bapak. Jadi dalam hal ini yang diduga itu adalah saudara Ferdy Sambo," ucapnya.

 

Upaya suap itu, kata dia, termasuk kategori tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 jo Pasal 15 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021.

Dalam laporannya, pihaknya membawa bukti berupa kliping pemberitaan dari media daring. Selain itu, dia juga meminta KPK untuk mengusut dugaan suap kepada sejumlah pihak lain dalam penanganan kasus kematian Brigadir J seperti kepada Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Kuat Ma'ruf (sopir/ART), dan Bripka Ricky Rizal (RR).

"Kami mengharapkan KPK melakukan langkah-langkah berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini