Share

5 Tokoh TNI AL Ini Diberi Gelar Pahlawan, Ada yang Dirikan Benteng Indonesia Halau Penjajah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 16 Agustus 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648220 5-tokoh-tni-al-ini-diberi-gelar-pahlawan-ada-yang-dirikan-benteng-indonesia-halau-penjajah-iTJW2gpIGY.jpg RE Martadinata (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Dalam masa perjuangan, TNI Angkatan Laut (AL) mempunyai kontribusi besar dalam melindungi batas teritorial perairan Indonesia. TNI AL menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

Beberapa dari mereka yang meregang nyawa dalam menghadapai kapal-kapal para penjajah. Sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanannya, gelar pahlawan nasional pun disematkan pada nama mereka. Berikut tokoh-tokoh TNI AL yang diberi gelar pahlawan nasional dilansir beragam sumber:

1. Brigjen Hasan Basry

Brigjen Hasan Basry lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan pada 17 Juni 1923. Dikenal sebagai Bapak Gerilya Kalimantan, Hasan Basry banyak berjuang untuk Indonesia, terutama di daerah Kalimantan Selatan. Dalam perjuangannya, Hasan Basry mendirikan Benteng Indonesia yang kemudian berkembang ke berbagai daerah.

Baca juga:  5 Tokoh TNI AL Bergelar Pahlawan Nasional, RE Martadinata Salah Satunya

Pada 15 November 1946, Hasan Basry ditugaskan Letnan Asli Zuchri dan Letnan Muda M Mursid, anggota ALRI Divisi IV yang berada di Mojokerto, untuk membangun satu batalion ALRI di Kalimantan Selatan. Hasan Basry berhasil membentuk batalion ALRI dengan mengerahkan anggota Benteng Indonesia dan kekuatan bersenjata lainnya.

Baca juga: TNI AL Gagalkan Penyeludupan PMI Ilegal ke Malaysia

Dalam menyikapi keputusan Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville, Hasan Basry dengan tegas menolak keputusan tersebut dan tetap melanjutkan perlawanannya kepada Belanda. Perlawanannya bersama laskar-laskar angkatan laut membuat Belanda sulit menginjakkan kaki di tanah Kalimantan. Pada tahun 1959, Hasan Basry ditunjuk sebagai Panglima Daerah Militer X Lambung Mangkurat. Dalam masa panasnya politik PKI, sang Jenderal mengeluarkan surat pembekuan kegiatan PKI dan ormasnya yang membuat dia ditegur Presiden Soekarno. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan.

Selain berkiprah pada bidang militer, Hasan Basry juga terjun dalam dunia politik. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Harian Angkatan 45 Kalsel, anggota DPR, dan Dewan Paripurna Angkatan 45. Dalam mengenang jasa-jasanya, Hasan Basry diberi gelar pahlawan nasional pada 3 November 2001.

2. Laksamana Muda Yos Sudarso

 Yos Sudarso berpengalaman menjadi komandan dalam berbagai kapal peran seperti KRI Alu, KRI Gajah Mada, KRI Rajawali, hingga KRI Pattimura.

Pertempuran Laut Aru yang menjadi pertempuran laut paling terkenal di Indonesia menewaskan banyak korban, salah satunya Yos Sudarso. Pria asal Jawa Tengah ini bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pasca kemerdekaan. BKR inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya TNI AL.

Dalam operasi militer Trikora, Presiden Soekarno mengerahkan pasukan dalam misi pembebasan Irian Barat, dengan Yos Sudarso sebagai Deputi Operasinya. Tiga kapal dikerahkan di Laut Aru, namun sayang ketiga kapal tersebut terlacak pesawat pengintai Belanda.

Di tengah situasi yang panas, Kapal KRI Macan Tutul yang dikomandoi Yos Sudarso mengorbankan diri dengan menjadi umpan agar kedua kapal lainnya dapat melarikan diri. Kekuatan yang tak berimbang itu pun membuat Kapal KRI Macan Tutul tenggelam bersama awak-awaknya, termasuk Yos Sudarso. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Yos Sudarso mendapatkan Bintang Dharma dan kenaikan pangkat menjadi Laksamana Muda Anumerta. Selain itu, ia diberi gelar pahlawan nasional di tahun 1973.

Baca Selengkapnya: 5 Tokoh TNI AL Diberi Gelar Pahlawan, Nomor 4 Gagah Berani Lawan Belanda di Laut Arafuru

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini