Share

Kejagung: Buronan Kelas Kakap Surya Darmadi Menyerahkan Diri!

Erfan Maaruf, iNews · Senin 15 Agustus 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648210 kejagung-buronan-kelas-kakap-surya-darmadi-menyerahkan-diri-7xEBjojjA7.jpg Surya Darmadi tiba di Kejagung (Foto: Erfan Maaruf)

JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakibatkan, Bos PT Duta Palma, Surya Darmadi menyerahkan diri setelah empat kali mangkir dari pemanggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Burhanuddin mengatakan, penyerahan diri Surya Darmadi setelah pihaknya mengirimkan surat ke kantor serta tempat tinggal yang ada di Indonesia dan di Singapura.

Bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi tiba di Indonesia menggunakan pesawat China Airlines C1761 terbang dari Taiwan. Dia tadi pukul 13.30 WIB mendarat di Cengkareng. "Dua minggu lalu bersurat ke kami dalam rangka menyerahkan diri dan kemudian ditindaklanjuti pengacaranya," kata Burhanuddin, Senin (15/8/2022).

Sejumlah alamat yang dikirim tersebut di antaranya rumah tinggal yang beralamat di Jalan Bukit Golf Utama PE.9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kantor Duta Palma Group yang beralamat di Palma Tower, 22nd Floor, Jalan R.A. Kartini III-S Kav.6, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kemudian, Rumah/Apartment/tempat tinggal Surya Darmadi yang beralamat di 21 Nassim Road # 01-18 Nassim Park Residences, Singapore.

Sebagaimana diketahui, Surya Darmadi terjerat kasus penyerobotan lahan sawit di Riau yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp78 triliun. Surya Darmadi juga disangkakan melakukan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

BACA JUGA:Selain Kejagung, Surya Darmadi Siap Jalani Pemeriksaan KPK 

Surya Darmadi disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian, untuk TPPU, Surya Darmadi dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang atau kedua yakni Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini