Share

3 Peperangan Era Kemerdekaan di Jabodetabek, Nomor 2 Bumi Hangus Bekasi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 16 Agustus 2022 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648154 3-peperangan-era-kemerdekaan-di-jabodetabek-nomor-2-bumi-hangus-bekasi-w7MtHUAuUy.jpg Tentara Inggris membakar rumah warga pada insien Bekasi Lautan Api. (Foto: Imperial War Museum)

JAKARTA - Beberapa wilayah di Jabodetabek tercatat pernah menjadi area pertempuran di era kemerdekaan. Sayangnya, peristiwa tersebut kurang dikenal masyarakat, padahal sangat besar dan heroik.

Berikut adalah 3 peperangan era kemerdekaan yang terjadi di Jabodetabek.

BACA JUGA: Tragedi 75 Tahun Bumi Hangus Serdadu Inggris di Tanah Bekasi

1. Pertempuran Lengkong 

Di wilayah Lengkong, Tangerang Selatan, berdiri monumen Palagan Lengkong yang menjadi bukti pertempuran antara pasukan Mayor Daan Mogot dan pasukan Jepang pada 25 Januari 1946. Pertempuran Lengkong diawali dengan pasukan Jepang, yang bermarkas di daerah tersebut, seringkali meresahkan warga sekitar. Bahkan, mereka kerap menjarah barang-barang masyarakat, termasuk ternak dan buah-buahan setelah latihan.

Perbuatan itu memicu Raden Toni dan laskar rakyat Serpong untuk melawan. Mereka juga melaporkan kejadian itu ke Militer Akademi yang dipimpin oleh Daan Mogot. Atas perintah Komandan Resimen IV Siliwangi Letkol Singgih, Daan Mogot dan pasukannya melucuti senjata tentara Jepang di markasnya.

Alih-alih melakukan perundingan secara baik, kondisi menjadi kisruh usai terdengar suara letusan senjata dari luar markas. Tentara Jepang sontak langsung beraksi dengan menembak para pejuang, termasuk Daan Mogot.

2. Bekasi Lautan Api 

Peristiwa Bekasi Lautan Api diawali dengan pesawat Dakota dari Inggris yang mendarat darurat pada 23 November 1945. Pesawat tersebut mengalami kerusakan mesin dan mendarat di Rawa Gatel, Cakung (dahulu masih masuk wilayah Bekasi). Insiden pesawat yang mengangkut 25 personel itu menyedot atensi masyarakat sekitar dan mereka pun berkumpul.

Rupanya, perhatian yang diberikan warga dianggap keliru tentara sekutu. Mereka justru menganggap bahwa hal tersebut adalah tindak pengepungan dan terjadilah peristiwa penembakan. Melihat hal tersebut, warga dan pejuang marah sehingga menyandera beberapa tentara Inggris.

Tak berselang lama, pihak pasukan Inggris mengirimkan pasukan dengan jumlah lebih banyak ke Bekasi untuk menyisir rumah warga dan mencari di mana rekan mereka disandera. Saat tengah melakukan pemeriksaan, tentara Inggris mendapat perlawanan dari para pejuang yang menyerbu menggunakan senjata (pedang dan parang). Hingga pada akhirnya, pihak sekutu datang kembali pada 29 November 1949 dan membawa senjata serta jerigen minyak.

Sulit sekali bagi tentara Inggris untuk bisa mencapai pusat kota Bekasi. Sebab, mereka banyak dihadang oleh TKR (Tentara Kemanan Rakyat) dan organisasi keamanan lainnya. Pada 13 Desember 1945, tentara Inggris menerobos Bekasi dan mengerahkan puluhan panser lapis baja beserta 1 batalion infanteri. Bahkan, disebutkan ada pula pesawat Heuwitse. Kali ini, tentara Inggris membakar rumah-rumah penduduk hingga menyebabkan korban jiwa.

3. Gedoran Depok 

Di Depok, terjadi peristiwa besar bernama Gedoran Depok pada 16 November 1945.

Diketahui, pemerintah Depok tidak mengakui kemerdekaan Indonesia saat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Karena inilah, pejuang kemerdekaan menyerbu Depok dan melampiaskan amarahnya. Apalagi, jarak Depok dan Jakarta tidaklah terlalu jauh.

Melansir Okezone, warga Depok dipaksa oleh para pejuang untuk mengibarkan bendera Merah Putih.

Peristiwa ini disebut tak terlalu lama, sebab NICA datang ke Depok dan memukul mundur para pejuang. Merasa negara sudah merdeka, pejuang kembali datang ke Depok dan berusaha merebut kota tersebut. Salah satu pejuang terkenal yang gugur dalam peristiwa Gedoran Depok adalah pimpinan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia), Margonda.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini