Share

Peran TNI di Masa Kemerdekaan Indonesia, Pertahankan Negara Hingga Tumpas Pemberontakan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2648104 peran-tni-di-masa-kemerdekaan-indonesia-pertahankan-negara-hingga-tumpas-pemberontakan-zXOk4X2KT4.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bermula dari dibentuknya Badan Keamanan Rakyat pada 22 Agustus 1945. BKR saat itu mempunyai tugas untuk menjaga keamanan daerah serta membantu usai kemerdekaan.

BKR yang berada di bawah Komite Nasional Indonesia (KNI) di setiap daerah ini bertugas mengamankan wilayah lantaran kondisi Indonesia pada awal kemerdekaan belum sepenuhnya stabil. Anggota BKR terdiri dari mantan anggota PETA, Heiho, hingga KNIL.

Pada 5 Oktober 1945, BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Perubahan terjadi lantaran kedatangan Sekutu yang diwakili Inggris dengan ditunggangi Belanda ke Indonesia yang membuat situasi menjadi tidak aman. Kemudian pada Januari 1946, TKR diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Hingga akhirnya pada 3 Juni 1947, TRI menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada awal berdirinya, TNI menghadapi berbagai permasalahan berdimensi politik hingga militer.

Masalah politik, misalnya, bersumber dari komunis yang ingin menempatkan TNI di bawah pengaruhnya. Sementara masalah militer yang dihadapi TNI di dalam negeri adalah sejumlah pemberontakan yang terjadi di beberapa daerah, seperti pemberontakan PKI di Madiun pada 1948, pemberontakan DI/TII pada 1949, dan pemberontakan APRA pada1950.

Selain itu, TNI juga harus menghadapi agresi militer Belanda. Untuk menghadapinya, Indonesia melaksanakan Perang Rakyat Semesta, di mana kekuatan TNI serta masyarakat dikerahkan untuk menghadapi agresi militer Belanda tersebut. Hingga akhirnya, integritas serta eksistensi Indonesia dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat.

(dka)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini