Share

Skenario Ferdy Sambo Hilangkan Jejak: Gunakan Sarung Tangan Tembak Dinding dengan Tangan Brigadir J

Tim Okezone, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2647998 skenario-ferdy-sambo-hilangkan-jejak-gunakan-sarung-tangan-tembak-dinding-dengan-tangan-brigadir-j-W4N4kWvjBs.jpeg Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir Yosua/medsos

JAKARTA – Fakta terbaru terkait kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat kembali diungkap pihak kepolisian belum lama ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Irjen Ferdy Sambo telah merekayasa kasus penembakan Brigadir Yosua. Sigit menyebut bahwa mantan Kadiv Propam ini menyuruh Bharada E menembak Brigadir J.

(Baca juga: Hari Kesembilan Ferdy Sambo Ditahan, Penjagaan Mako Brimob Semakin Diperketat)

"Untuk membuat seolah-olah terjadi tembak menembak saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik J ke dinding berkali- kali membuat kesan seolah terjadi tembak-menembak," kata Sigit saat jumpa pers beberapa waktu lalu.

Informasi yang diterima Okezone, saat menembak dinding rumahnya, Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan. Hal ini untuk menghilangkan jejak dan sidik jarinya tidak menempel di pistol HS-9 milik Brigadir Yosua. Saat itu, Bharada E telah menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.

Setelah penembakan tersebut, Ferdy Sambo memegangkan pistol HS-9 ke tangan Brigadir J seolah-olah terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J.

Sementara itu, Pengacara Bharada E alias Richard Eliezer, Muhammad Burhanuddin beberapa waktu lalu mengatakan, berdasarkan pengakuan dari kliennya tersebut, luka di tangan kanan Brigadir J adalah karena tembakan senjata berjenis HS-9 yang dimiliki oleh Brigadir Yosua.

Selain menembak jari, senjata milik Brigadir J tersebut digunakan untuk menembak dinding hingga langit-langit rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. "Menembak itu dinding arah-arah itunya," terangnya.

Menurut Burhanuddin, senjata milik Brigadir Yosua jenis HS-9 digunakan pelaku penembakan lain guna menembak tangan kanan Brigadir J. Hal itu, kata Burhanuddin, sebagai bentuk alibi adanya aksi baku tembak.

"Jadi senjata yang tewas itu (Brigadir Yosua) dipakai untuk tembak jari kanan itu," ujar Burhanuddin saat dikonfirmasi wartawan.

Sebelumnya Polri menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias J. 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Selain Ferdy Sambo, Polri juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer alias E, Brigadir Ricky Rizal, dan seseorang berinisial KM.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjelaskan, Bharada E berperan sebagai penembak Brigadir J. Sedangkan Brigadir Ricky Rizal dan KM berperan membantu dan menyaksikan penembakan.

Sedangkan Ferdy Sambo menyuruh melakukan penembakan dan menyusun skenario seolah-olah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Juli 2022. Keempat tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman maksimal hukuman mati.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini