Share

Geledah 2 Lokasi di Jaksel, KPK Sita Dokumen Suap Bupati Pemalang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 337 2647993 geledah-2-lokasi-di-jaksel-kpk-sita-dokumen-suap-bupati-pemalang-gsKZFgJChc.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menggeledah dua lokasi di daerah Jakarta Selatan (Jaksel) pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Kedua lokasi tersebut yakni sebuah rumah tinggal dan kantor yang diduga berkaitan dengan Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo (MAW).

"Tim penyidik, telah selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan di dua lokasi berbeda di wilayah Jakarta Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (15/8/2022).

BACA JUGA:Bupati Pemalang Kena OTT KPK Usai Bertemu Seseorang di Gedung DPR 

KPK berhasil menemukan sejumlah dokumen dan barang elektronik yang diduga berkaitan dengan kasus suap Mukti Agung Wibowo. Saat ini, KPK masih melakukan analisis terhadap sejumlah dokumen dan barang elektronik tersebut dalam rangka proses penyitaan.

"Ditemukan dan diamankan bukti antara lain berupa berbagai dokumen dan barang elektronik. Analisis disertai penyitaan segera dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas perkara dari para tersangka," pungkasnya.

 

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang. Keenam tersangka tersebut yakni, Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo (MAW).

BACA JUGA:Bupati Malang Bantah Isu Pungli Pemulasaran Jenazah Covid-19 

Kemudian, Komisaris PT Aneka Usaha, Adi Jumal Widodo (AJW); Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, Slamet Masduki (SM); Kepala BPBD Pemalang, Sugiyanto (SG); Kadis Kominfo Pemalang, Yanuarius Nitbani (YN); serta Kadis PU Pemalang, M Saleh (MS).

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Dalam perkara ini, Mukti diduga menerima uang suap sekira Rp4 miliar melalui orang kepercayaannya, Adi Jumal Widodo. Uang tersebut diduga berasal dari sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pemalang dan pihak lain terkait pengisian jabatan pimpinan tinggi Pratama (JPTP).

Adapun, sejumlah ASN yang memberikan suap untuk mendapatkan jabatan di Pemalang tersebut yakni, Slamet Masduki; Sugiyanto; Yanuarius Nitbani; serta M Saleh. Uang suap dikumpulkan melalui Adi Jumal

Di mana, besaran uang yang dipatok untuk setiap posisi jabatan bervariasi disesuaikan level jenjang dan eselon dengan nilai berkisar antara Rp60 juta hingga Rp350 juta.

Tak hanya itu, Mukti diduga juga telah menerima uang dari pihak swasta sebesar Rp2,1 miliar yang bertentangan dengan jabatannya. KPK masih mendalami uang sebesar Rp2, miliar yang diterima Mukti tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini