Share

Humor Gus Dur: Alasan Kiai Lakukan Poligami, Bikin Geleng-Geleng Kepala!

Awaludin, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 337 2647755 humor-gus-dur-alasan-kiai-lakukan-poligami-bikin-geleng-geleng-kepala-UcPBIvCDEB.jpg Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid (Gus Dur)/foto: dok Okezone

JAKARTA - Di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), seorang kiai yang 'hanya’ dikaruniai anak perempuan dirasa belum lengkap. Bagaimana dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang memiliki empat orang anak perempuan?

Gus Dur memang sempat disarankan untuk menikah lagi, bahkan sering diperkenalkan dengan perempuan-perempuan lain untuk 'nikah siri' demi mempunyai keturunan laki-laki.

Namun, dia menentang dan memilih 'kabur' dari perempuan-perempuan itu. Dalam sebuah kesempatan di peringatan Hari Kartini 2002 di Kota Yogyakarta, Gus Dur pernah menyampaikan bahwa yang melakukan poligami adalah orang yang tidak mengerti kitab suci.

“Karena kalau disebutkan poligami boleh dilakukan asal adil, dan yang menentukan adil tidaknya itu seharusnya adalah sang obyek, yaitu si perempuan,” ujar Gus Dur, seperti dilansir dari nu.or.id.

 BACA JUGA:Humor Gus Dur: Ketika Jin Aladin Ketemu Orang Indonesia, Ending-nya Bikin Ngakak!

Sang istri, Shinta Nuriyah yang ikut mendampingi terlihat tersenyum simpul. Namun, bukan Gus Dur namanya kalau tidak menyelipkan guyonan.

Gus Dur mempertajam pernyataannya dengan sebuah analisis di balik alasan kiai NU banyak yang poligami.

“Ya gimana lagi, lha kiai itu datang ke diskotek aja enggak boleh, ke tempat prostitusi apalagi. Ya sudah satu-satunya jalan ya poligami itu!” tuturnya,

 BACA JUGA:Humor Gus Dur: Kisah Santri Tersesat di Kota Makkah, Solusinya Cerdas Banget!

Sikap Gus Dur tersebut tak lepas dari pola pikirnya tentang kesetaraan gender. Sang ayah, KH Wahid Hasyim banyak menjadi suri tauladannya.

Pada saat Gus Dur menduduki jabatan sebagai Presiden RI, beliau telah mengubah Menteri Urusan Peranan Wanita, menjadi Menteri Urusan Pemberdayaan Perempuan.

"Gus Dur memelopori terbitnya Inpres Nomor 9 Tahun 2000 mengenai Pengarusutamaan Gender (PUG),” jelas Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM NU (Lakpesdam NU) Provinsi Lampung, Siti Mahmudah.

Instruksi inilah yang menjadi embrio dari berbagai kebijakan ramah perempuan, di antaranya tindakan afirmasi kuota 30 persen perempuan di ranah politik. Pada perkembangannya inpres ini ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini