Share

Ada Temuan Baru, Labfor Polri Dampingi Komnas HAM Cek TKP Pembunuhan Brigadir Yosua

Fahmi Firdaus , Okezone · Minggu 14 Agustus 2022 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 337 2647457 ada-temuan-baru-labfor-polri-dampingi-komnas-ham-cek-tkp-pembunuhan-brigadir-yosua-QLldCu7eDv.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Laboratorium Forensik (Labfor) Polri akan mendampingi Komisi Kepolisian Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengecek tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 15 Agustus 2022.

(Baca juga: Seret Ferdy Sambo ke Meja Hijau, Polri Kebut Penyidikan dan Koordinasi dengan Kejagung)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, membenarkan rencana pengecekan TKP di rumah dinas Ferdy Sambo di jalan Duren Tiga oleh Komnas HAM, termasuk didampingi pula oleh Inafis dan dokter polisi.

"Infonya begitu, nanti didampingi Labfor, Inafis, dan dokter kepolisian. Cuma waktunya nunggu "update" lagi," ujar Dedi dilansir Antara, Minggu (14/8/2022).

Sebelumnya, Komnas HAM RI menemukan adanya indikasi kuat terjadinya pelanggaran HAM dalam kasus kematian Brigadir J, khususnya yang mengarah pada "obstruction of justice" atau upaya penghambatan penegakan hukum.

"Makanya salah satu fokus kami, misalnya soal 'obstruction of justice' dalam konteks kepolisian itu perusakan tempat kejadian perkara," kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Kamis (11/8).

Komnas HAM, kata dia, mendalami dan memperhatikan terkait "obstruction of justice" dalam kasus tersebut. Sebab apabila ditemukan, hal itu merupakan bagian dari pelanggaran HAM.

Komnas HAM telah memeriksa Irjen Pol. Ferdy Sambo yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka bersama dua ajudan dan satu asisten rumah tangga merangkap sopir. Ketiganya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Maaruf atau KM (sipil).

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Dalam kasus ini, terdapat 31 anggota Polri yang melanggar prosedur dalam penanganan olah TKP Duren Tiga. sebanyak16 di antaranya ditahan di tempat khusus, yakni enam orang di Mako Brimob dan 10 di Provost Mabes Polri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini