Share

Masyarakat Kawal Kasus Brigadir J, Mahfud MD: Demokrasi Butuh Keseimbangan

Qur'anul Hidayat, Okezone · Sabtu 13 Agustus 2022 21:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 337 2647346 masyarakat-kawal-kasus-brigadir-j-mahfud-md-demokrasi-butuh-keseimbangan-XWznEgnjsk.png Mahfud MD. (Foto: YouTube Deddy Corbuzier)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menilai positif pengawalan masyarakat terkait kasus tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Setelah beberapa waktu, polisi menetapkan 4 orang tersangka, salah satunya Irjen Ferdy Sambo.

Mahfud berpandangan, kontrol dari masyarakat dan pers sangat penting dalam membangun demokrasi. Dia pun menegaskan tokoh-tokoh yang vokal dalam menyuarakan kritik harus didengar.

“Menurut saya baik, justru kita membangun demokrasi itu, kan yang bagus ditandai kuatnya kontrol masyarakat, pers, seperti Anda (Deddy Corbuzier), civil society yang banyak bersuara jangan diabaikan,” ucap Mahfud dalam Podcast Close The Door yang ditayangkan di kanal YouTube Deddy Corbuzier, dikutip Sabtu (13/8/2022).

Mahfud melanjutkan, meski kadang tidak sependapat, namun orang-orang ‘bersuara keras’ seperti Haris Azhar dan Usman Hamid dibutuhkan dalam mengawal demokrasi.

 Baca juga: Mahfud MD Bongkar Skenario Ferdy Sambo: Nangis-Nangis di Hadapan Kompolnas

“Ya mungkin kita tidak sependapat dengan yang terlalu keras seperti Usman Hamid, Haris Azhar, sering tidak sependapat tapi negara butuh orang-orang seperti itu, karena demokrasi butuh keseimbangan dari masyarakat,” ucap Mahfud MD.

Dalam demokrasi, lanjut Mahfud, pemerintah harus mendapat kontrol dari masyarakat. Hal itu agar tidak memiliki kuasa sepenuhnya yang cenderung melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

“Karena kalau dari pemerintah sendiri dipercaya seppeuhnya bisa nyeleweng, kalau saya (orang-orang kritis) ini saya biarkan bicara, saya undang ke kantor bicara di kantor saya, Usman Hamid saya undang ngomong ke kantor saya, Haris Azhar saya undang, enak ngomong dengan mereka,” ujarnya.

“Memang mereka ini bagian dari negara, bagian dari penguatan demokrasi kita, dulu kan tidak boleh (kritis), dulu kan ditangkap, sekarang mah sudah bagus,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini