Share

LPSK Duga Permohonan Perlindungan Istri Sambo Hanya agar Terlihat sebagai Korban

Muhammad Farhan, MNC Portal · Sabtu 13 Agustus 2022 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 337 2647295 lpsk-duga-permohonan-perlindungan-istri-sambo-hanya-agar-terlihat-sebagai-korban-k5UtdVacEr.jpeg Ketua LPSK, Hasto Atmojo. (Foto: Dok Sindonews)

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menduga permohonan perlindungan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) diduga hanya sebagai upaya membuat dirinya terlihat sebagai korban pelecehan seksual oleh Brigadir J. 

Hal ini disampaikan oleh Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, yang menegaskan lembaganya tidak akan memberikan perlindungan kepada PC. 

"Sejak awal saya sudah mengatakan, saya sendiri meragukan sebenarnya apakah Ibu Putri ini memerlukan perlindungan dari LPSK," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8/2022). 

Hasto pun mengungkapkan keraguannya semakin terbukti selepas Bareskrim Mabes Polri memutuskan untuk menutup kasus penyidikan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Brigadir J kepada PC. 

Baca juga: LPSK Berikan Perlindungan Darurat terhadap Bharada E, Mulai Pasang CCTV hingga Cek Steril Udara

"Kalau sekarang jadi semakin kelihatan. Artinya kalau Ibu PC, barangkali ya, untuk lebih memberi kesan bahwa yang bersangkutan adalah korban," jelas Hasto. 

Terlebih menurut Hasto, dugaannya semakin menguat lantaran PC tidak kooperatif saat LPSK melakukan asesmen guna menelaah pengajuan perlindungannya. 

"Sikap Ibu PC yang kemudian seolah tidak tahu, tidak tahu apa yang harus disampaikan ke LPSK begitu. Digali keteranganya kan tidak pernah bisa," kata Hasto. 

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menghentikan penyidikan dua laporan percobaan pembunuhan dan dugaan kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi, istri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Hasil gelar perkara tadi sore kita hentikan penyidikan," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022).

Andi menekankan, penghentian laporan perkara tersebut lantaran tidak ditemukannya tindak pidana. "Karena tidak ditemukan peristiwa pidana," ujar Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini