Share

Ma'ruf Amin Minta Posyandu Jadi Sentra Percepatan Penanganan Stunting

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 11 Agustus 2022 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2646278 ma-ruf-amin-minta-posyandu-jadi-sentra-percepatan-penanganan-stunting-zV5Nv5czeX.jpg Wapres Maruf Amin (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di seluruh Tanah Air berperan sebagai sentra percepatan penanganan stunting. 

Hal ini diungkapkan Wapres yang turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan penanganan stunting di Posyandu Kenanga, Jalan Gotong Royong RT 02 RW 04, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (11/8/2022).

"Mungkin ada yang sudah, masih ada yang dalam proses, tapi Kementerian Kesehatan [harus] menyiapkan seluruh Posyandu di seluruh Indonesia bisa melakukan pelayanan (penanganan stunting),” kata Wapres dalam keterangan persnya usai peninjauan.

BACA JUGA:Wapres Maruf Amin: Penduduk Surga Nanti Kebanyakan Bangsa Indonesia 

Hal ini, kata Wapres, dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencapai target angka prevalensi stunting 14 persen pada 2024 mendatang.

“(Angka prevalensi) stunting kita masih 20 persen yang dalam waktu singkat ini, kita harus bisa menyelesaikan, karena keinginan kita nanti 2024 sudah tinggal 14 persen,” ujarnya.

Sebab itu, lanjut Wapres, berbagai upaya percepatan terus dilakukan termasuk dengan mengintegrasikan berbagai program dan anggaran mulai dari kementerian dan lembaga di tingkat pusat hingga pemerintah daerah.

"Kita melakukan percepatan proses penanganan stunting, melakukan koordinasi antar kementerian pusat, kemudian juga melakukan koordinasi sampai ke bawah, [serta] didukung oleh sistem penganggaran yang kalau dulu mungkin hanya nasional, [tetapi] sekarang harus masuk di APBD juga,” ujarnya.

BACA JUGA:Maruf Amin Berharap ke Depan Ada Ketua Umum MUI Jadi Presiden atau Wapres 

Tidak hanya itu, sambung Wapres, pihak swasta juga turut dilibatkan terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Perusahaan itu harus ikut ambil bagian dari penanganan stunting, wajib. Jadi, perusahaan di mana dia berdomisili harus ikut ambil bagian dalam intervensi penurunan stunting,” tuturnya.

Termasuk di Kalimantan Selatan, ungkap Wapres, yang menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting tinggi. Menurutnya, proses mitigasi ulang saat ini tengah dilakukan untuk menetapkan sistem intervensi yang tepat di tiap daerah.

“Kita sedang melakukan mitigasi ulang, nanti per daerah. Kita ingin tahu kenapa terjadi (stunting tinggi), kemudian nanti bagaimana sistem intervensinya,” ujarnya.

Terkait penurunan angka prevalensi stunting pada 2024, Wapres menjelaskan bahwa secara nasional memang ditargetkan 14 persen. Namun, menurutnya, target di tiap daerah akan berbeda, kemungkinan di bawah atau di atas 14 persen.

“Jadi, 14 persen tidak berarti untuk semua daerah. Tapi ada yang di bawah 14 persen, (bahkan) beberapa daerah itu sekarang sudah di bawah 10 persen. Tapi ada juga yang memang agak besar, sehingga mungkin nanti di 2024 tidak 14 persen, bisa 17 persen, (meskipun) hitungan seluruhnya secara nasional harus 14 persen. Dan perkiraan kita dalam rapat koordinasi bisa dicapai,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini