Share

Kepala Basarnas Ungkap Kekurangan Personel Pencarian dan Pertolongan di Indonesia

Demon Fajri, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2646178 kepala-basarnas-kekurangan-ungkap-personel-pencarian-dan-pertolongan-di-indonesia-XfXuppx4IK.jpg Kepala Basarnas Hendri Alfiandi (Foto: MNC Portal)

BENGKULU - Kepala Badan Nasional Percarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi mengatakan, wilayah Provinsi Bengkulu memiliki potensi bencana alam tinggi.

Di mana kerawanan bencana di Bengkulu, sebut Henri, lengkap, mulai dari potensi kecelakaan laut, potensi gempa bumi, tsunami, dan pegunungan.

Ia menambahkan bahwa selama ini Basarnas kekurangan personel, termasuk di Bengkulu.

Meski demikian, pihaknya memiliki solusi, dan secara berangsur akan dipenuhi. Tidak hanya itu, peralatan pun ikut ditambah khususnya untuk penanganan jika terjadi gempa.

"Potensi bencana alam di Bengkulu, lengkap. Semuanya ada. Saya sudah sampaikan kepada kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu, harus ada kontijensi. Bagaimana ketika terjadi bencana," kata Henri saat kunjungan kerja ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Mesin Mati di Tengah Laut, Basarnas Evakuasi Tiga Nelayan ke Daratan

Untuk menghadapi bencana, jelas Henri, satu orang personel menangani 80.000 orang. Sementara, personel kantor Pencarian dan Pertolongan di Indonesia, sebanyak 4.029 personel.

Baca juga: Pelari Asal Jakarta Hilang di Gunung Arjuno Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sementara di Bengkulu, kata Henri, personel Basarnas hanya 75 orang. "Bukan kita cengeng, kita bisa selesaikan dengan bekerja sama dengan TNI-Polri. Kami minta relawan yang ada di sini (Bengkulu), orang-orang yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi bergabung dalam sekolah dapat membantu menanggulangi ketika terjadi bencana," jelas Henri.

Untuk di Bengkulu, sambung Henri, peralatan akan ditambah kapal yang mampu menembus ombak hingga atau level 5.

"Kapal ringan cepat ini, kita akan adakan di akhir tahun depan. Sekarang dalam proses pembelian sebanyak 74 kapal cepat ringan peralatan lengkap," pungkas Henri.

Baca juga: Awal Agustus, BNPB Catat 19 Kejadian Bencana Melanda Indonesia

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini