Share

Bareskrim Bongkar Kasus Narkoba Jaringan Internasional, Libatkan Oknum dan Mantan Polisi

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2646172 bareskrim-bongkar-kasus-narkoba-jaringan-internasional-libatkan-oknum-dan-mantan-polisi-9OVkeFjOmM.jpg Bareskrim tangkap pengendar narkoba jaringan Internasional (foto: MPI/Putera)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap kasus peredaran ekstasi jaringan Jerman - Malaysia - Indonesia. Sebanyak 25 tersangka yang berperan sebagai kurir hingga bandar berhasil ditangkap.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Siregar mengungkapkan bahwa, dari 25 tersangka dua di antaranya merupakan anggota Polri aktif dan mantan anggota Polri.

"Terdapat satu orang polisi aktif dan satu orang mantan polisi. Perannya yang pertama adalah dia sebagai kurir dari bandar. Kedua, dia penyalahguna, tetapi dia juga kurir dan mengakui bahwa dia sudah mengirimkan pengiriman beberapa kali," kata Krisno dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

 BACA JUGA:15 Bandit Narkoba Jaringan Bogor dan Depok Ditangkap Polisi

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mantan anggota Polri ini mengklaim telah tiga kali mengirim ekstasi kepada dua bandar narkoba sekaligus pemilik hiburan malam di Bandung, Jawa Barat. Keduanya, yakni atas nama Paulus dan Juky Sutrisna yang juga telah ditangkap dalam kasus ini.

"Pengakuannya tiga kali, jumlahnya bervariasi, yang pasti itu angkanya di ribuan, ada dua ribu, tiga ribu, sekian ribu. Lalu dia mengirim kepada jaringan ini, baik kepada Paulus maupun kepada Juky pemilik diskotek," ujar Krisno.

 BACA JUGA:Gandeng BNN, Bakamla Latihan Identifikasi Narkoba di Laut

Krisno menyebut pengungkapan kasus ini dilakukan selama satu bulan sejak 1 hingga 31 Juli 2022. Operasi tersebut diberi nama Anti Gedek 2022.

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun beberapa barang bukti narkoba yang disita di antaranya; 16.394 butir ekstasi, 40,8 gram sabu, 227 butir ermin five, 700 gram cathinone, 224 gram happy water, dan 1.330 ml ketamine.

"Sementara ini kami identifikasikan, tentunya nanti penyidik akan bekerja keras untuk menentukan dari ke semua tersangka ini mana yang terbukti melakukan tindak pidana lanjutan dari TPPU yang berasal dari tindak pidana narkotika," ucap Krisno.

Atas perbuatannya, para tersangka telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Mereka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini