Share

Menanti Kerendahan Hati Putri Candrawathi Ungkap Motif Keji Pembunuhan Brigadir Yosua

Martin Ronaldo, MNC Portal · Kamis 11 Agustus 2022 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2646119 menanti-kerendahan-hati-putri-candrawathi-ungkap-motif-keji-pembunuhan-brigadir-yosua-q5m2LDg2Pr.jpg Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi/medsos

JAKARTA - Kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat masih menjadi misteri meskipun aktor inteletual tersebut telah ditangkap, yaitu Irjen Ferdy Sambo. Timsus Polri juga sudah menetapkan 3 orang tersangka lainnya.

Selama hampir satu bulan lebih pula, tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo terus bekerja dan mendalami proses penyidikan kematian Brigadir J yang masih menjadi misteri.

(Baca juga: Kabareskrim Akan Ungkap Motif Ferdy Sambo Habisi Nyawa Brigadir Yosua)

Satu per satu, orang yang diduga kuat terlibat dan terbukti turut serta membantu dalam kasus kematian Brigadir J dikuluti oleh tim khusus yang telah dibentuk untuk membuat peristiwa pidana di Duren Tiga, Pancoran menjadi terang benderang.

"Peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang mengakibatkan saudara J meninggal dunia, yang dilakukan saudara RE, atas perintah saudara FS," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada beberapa hari lalu.

Tak hanya itu, Kapolri pun memeriksa kurang lebih 31 anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut dengan secara sengaja telah menghalang-halangi kasus penyidikan.

Ferdy Sambo pun telah menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk kasus tersebut untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus tersebut.

Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah keterangan saksi kunci yakni, Putri Candrawathi. Ya, istri dari Ferdy Sambo ini merupakan satu-satunya kunci yang diharapkan dapat mengungkap peristiwa tersebut menjadi utuh dan terang benderang ke permukaan publik.

Berbagai lembaga terkait pun sudah jauh-jauh hari ingin hendak melakukan pemeriksaan dan menggali informasi terkait kasus tersebut kepada PC. Sebut saja seperti Komnas HAM, LPSK dan yang lainnya.

Komnas HAM yang sejak awal telah menanti waktu untuk dapat bertemu dan mencari informasi terkait PC mengalami sedikit hambatan. Seyogyanya, pemeriksaan PC diagendakan pada Minggu ini, akan tetapi hal tersebut kemungkinan besar gagal akibat kondisi yang diduga masih mengalami trauma berat.

"Psikolognya menjelaskan kepada kami situasinya masih begini-begini, segala macam. Nanti kalau kita pertimbangkan harus dibanding dengan pendapat ahli second opinion, kita udah siapkan," kata Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).

Berulang kali, Komisioner Komnas HAM mengatakan keinginannya untuk dapat bertemu dan mencari informasi yang utuh dalam kasus tersebut.

"Tapi kalau kemudian masih ada hambatan, bukan dalam arti apa ya, misalnya timbangan psikologis mereka misalnya dikatakan PC belum bisa beri keterangan, ya kita akan minta tim yang sudah kita siapkan ini untuk menjadi memberi seccond opinion," ujarnya.

Kini, menarik untuk dinanti kehadiran serta kerendahan hati sang saksi kunci untuk hadir dalam proses pemeriksaan untuk membuat terang suatu peristiwa tindak pidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini