Share

Kapolri Bongkar Misteri Penembakan Brigadir Yosua, DPR: Timsus Bekerja dalam Kesunyian

Andika Shaputra, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2646016 kapolri-bongkar-misteri-penembakan-brigadir-yosua-dpr-timsus-bekerja-dalam-kesunyian-vqrXs0zlpb.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/dok Polri

JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, penanganan kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dilakukan dengan tranparansi dan akuntabilitas. Polri pun telah berkoordinasi dengan pihak eksternal untuk mengungkap kasus ini.

(Baca juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Wapres Maruf: Polri Bekerja dengan Baik)

"Dalam kasus ini kita telah melibatkan pihak eksternal seperti rekan-rekan Komnas HAM yang masih terus bekerja dan juga mitra kami di Kompolnas,"ujar Sigit beberapa waktu lalu.

Selain menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka, ada 31 personel yang diperiksa Tim Inspektorat Khusus (Irsus) Polri terkait penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. "31 personel diperiksa Irsus," kata Sigit.

Dia pun menyebut, 11 diantaranya telah ditempatkan ke tempat khusus. Adapun rincian 11 polisi yang ditempatkan ke tempat khusus karena dinilai melanggar etik kasus Brigadir J yakni, satu Irjen, dua Brigjen, dua Kombes, tiga AKBP, dua Kompol hingga satu AKP.

ist

Sementara itu, Anggota DPR Willem Wandik memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Timsus Polri diketahui telah menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Fredy Sambo sebagai tersangka keempat atas pembunuhan berencana Brigadir Yosua.

“Sikap tegas Kapolri melalui Tim Khusus untuk membuka secara terang-benderang kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat menunjukkan bahwa Kapolri dan Tim Khusus bekerja dalam kesunyian, menggerakkan secara tertib dan terukur pengungkapan kasus yang melibatkan pejabat tinggi Polri dan relasi kuasa secara kolegial,” kata Wandik, Kamis (11/8/2022).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI ini menegaskan, kasus ini merupakan ujian nyata untuk profesionalitas dan kredibilitas institusi Polri yang selama ini dipercaya dan mengayomi rakyat.

“Terima kasih atas ketegasan dan komitmen Kapolri untuk melakukan 'bersih-bersih‘ institusi kepolisian RI, untuk tegaknya hukum, hadirnya social justice, dan pertaruhan masa depan institusi kepolisian di mata rakyat,”ujarnya.

Menurut Wandik bukan hal yang mudah bagi institusi Polri untuk menetapkan Irjen FS, jenderal bintang dua Polri ini, menjadi tersangka.

“Tapi, inilah hukum yang harus ditegakkan tanpa memandang jabatan dan kekuasaan. Terima kasih Bapak Kapolri, Tim Khusus, dan jajaran Kepolisian yang telah mengupayakan terungkapnya kasus ini. Terimakasih juga kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian penuh. Semoga segera tuntas, dan keadilan dapat ditegakkan,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini