Share

Korupsi Proyek IPDN, Eks Pejabat Adhi Karya Divonis 5 Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2646004 korupsi-proyek-ipdn-eks-pejabat-adhi-karya-divonis-5-tahun-penjara-VNGfxAmJql.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman lima tahun penjara terhadap mantan Kepala Divisi (Kadiv) Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko. Dono juga divonis untuk membayar denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Hakim menyatakan, Dono terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dono diyakini bersama-sama dengan pihak lainnya melakukan korupsi terkait proyek pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), yang merugikan keuangan negara Rp19,7 miliar.

"Menyatakan terdakwa Dono Purwoko telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan kesatu penuntut umum," kata Majelis Ketua Hakim Eko Aryanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022).

BACA JUGA:Korupsi IPDN, Eks Pejabat Adhi Karya Didakwa Rugikan Negara Rp19,7 Miliar 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dono Purwoko dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," sambungnya.

 

Dalam menjatuhkan putusannya, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal-hal yang memberatkan putusan hakim terhadap Dono yakni karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kemudian, hakim juga menganggap perbuatan Dono Purwoko telah mencederai kepercayaan pemerintah dan masyarakat pada umumnya dalam rangka pembangunan kampus IPDN. Tak hanya itu, Dono juga dinilai tidak berterus terang di persidangan serta tidak mengakui perbuatannya.

 BACA JUGA:Usut Korupsi Eks Wali Kota Ambon, KPK Periksa Dosen

Sementara hal-hal yang menjadi pertimbangan hakim dalam meringankan putusan terhadap terdakwa Dono yakni, karena bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan, serta belum pernah dipidana.

Untuk diketahui, vonis majelis hakim tersebut lebih tinggi dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Di mana sebelumnya, Jaksa KPK menuntut agar Dono Purwoko dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Hakim menyatakan Dono terbukti melakukan korupsi terkait proyek pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), yang merugikan keuangan negara senilai Rp19,7 miliar.

Dono terbukti melakukan pengaturan dalam proses pelelangan untuk memenangkan PT Adhi Karya dan menerima pembayaran seluruhnya atas pelaksanaan pekerjaan. Meskipun, pekerjaan belum selesai 100 persen dalam proyek pembangunan Gedung Kampus IPDN di Minahasa.

Atas perbuatannya itu, Dono dinilai telah memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi. Adapun, pihak yang diperkaya Dono Purwoko yakni, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemendagri, Dudy Jocom sebesar Rp3,5 miliar.

Kemudian, Konsultan Perencanaan PT Bita Enercon Engineering, Torret Koesbiantoro sejumlah Rp275 juta; Konsultan management kontruksi PT Artefak Arkindo, Djoko Santoso Rp150 juta. Serta,korporasi PT Adhi Karya (Pesero) Tbk sebesar Rp15,8 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini