Share

Mantan Pejabat Adhi Karya Hadapi Sidang Putusan Kasus Korupsi Proyek Gedung IPDN

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2645800 mantan-pejabat-adhi-karya-hadapi-sidang-putusan-kasus-korupsi-proyek-gedung-ipdn-HggYZTxtWW.jpg Mantan pejabat Adhi Karya Dono Purwoko hadapi sidang putusan terkait kasus korupsi Gedung IPDN di Minahasa, Sulut. (Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengagendakan sidang putusan untuk terdakwa mantan Kepala Divisi (Kadiv) Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko, hari ini. Dono Purwoko bakal divonis atas perkara dugaan korupsi terkait proyek pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), yang merugikan negara senilai Rp19,7 miliar.

"Benar hari ini (11/8) diagendakan pembacaan putusan majelis hakim dalam perkara terdakwa Dono P dimaksud," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (11/8/2022).

Ali meyakini majelis hakim bakal menjatuhkan putusan atau vonis terhadap Dono Purwoko sesuai dengan tuntutan yang diajukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK.

"Dari fakta-fakta persidangan, KPK yakin majelis hakim akan memutus bersalah terhadap terdakwa tersebut dan dijatuhi hukuman sebagaimana amar tuntutan tim Jaksa KPK," tuturnya.

Sebelumnya, Jaksa menuntut Dono Purwoko dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa meyakini Dono Purwoko terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi.

Dono diyakini terbukti melakukan korupsi terkait proyek pembangunan gedung kampus IPDN di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), yang merugikan negara Rp19,7 miliar.

Dalam perkara ini, Dono didakwa merugikan keuangan negara Rp19,7 miliar secara bersama-sama terkait proyek pembangunan gedung kampus IPDN di Minahasa, Sulut, tahun anggaran 2011.

Jaksa menyebut Dono telah melakukan pengaturan dalam proses pelelangan untuk memenangkan PT Adhi Karya dan menerima pembayaran seluruhnya atas pelaksanaan pekerjaan. Meskipun, pekerjaan belum selesai 100 persen dalam proyek pembangunan Gedung Kampus IPDN di Minahasa.

Atas perbuatannya itu, Dono dinilai telah memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi. Pihak yang diperkaya Dono Purwoko adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemendagri, Dudy Jocom sebesar Rp3,5 miliar.

Kemudian, Konsultan Perencanaan PT Bita Enercon Engineering, Torret Koesbiantoro sejumlah Rp275 juta; konsultan manajemen konstruksi PT Artefak Arkindo, Djoko Santoso Rp150 juta serta korporasi PT Adhi Karya (Pesero) Tbk sebesar Rp15,8 miliar.

Jaksa menyatakan Dono melanggar kesatu Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau kedua Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini