Share

Siklon Tropis Mulan Terpantau di Teluk Beibu, Waspada Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 11 Agustus 2022 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2645769 siklon-tropis-mulan-terpantau-di-teluk-beibu-waspada-potensi-hujan-di-sejumlah-wilayah-XsoJQJTNhw.jpg Siklon tropis mulan terpantau di Teluk Beibu, BMKG ingatkan waspada potensi hujan di sejumlah wilayah. (Dok BMKG)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan saat ini Siklon Tropis Mulan terpantau di Teluk Beibu, Laut China Selatan, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum 996 hPa.

“Sistem ini bergerak ke arah barat barat laut dan diperkirakan intensitasnya akan menurun dalam 24 jam ke depan. Sistem ini menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Laut Cina Selatan,” dikutip dari keterangan resmi BMKG, Kamis (11/8/2022).

Sementara itu, BMKG mengingatkan dampak tidak langsung di sekitar wilayah Siklon Tropis Mulan. Dampak itu di antaranya pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, serta gelombang tinggi.

“Daerah pertemuan dan perlambatan angin atau konvergensi terpantau memanjang di Samudra Hindia Barat Bengkulu Lampung, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dan di Papua kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah Siklon Tropis dan di sepanjang daerah low level jet atau konvergensi tersebut,” ucap BMKG.

Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 6 meter di sejumlah perairan Indonesia.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

“Untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0- 6.0 meter berpeluang terjadi di perairan barat P Enggano, Samudra Hindia Barat Bengkulu-Lampung, perairan Cilacap, perairan Kebumen-Purworejo, perairan Yogyakarta, Samudra Hindia Selatan Jawa,” tulis BMKG.

Hal ini diakibatkan adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin berkisar 3-15 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten-Jawa Barat, dan perairan Merauke,” kata BMKG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini