Share

Kerajaan Pajajaran Punya 5 Istana Megah dengan Nama Berbeda-beda

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 337 2645721 kerajaan-pajajaran-punya-5-istana-megah-dengan-nama-berbeda-beda-NxJb0Sbzk5.jpg Ilustrasi (Foto : Museum Nusantara)

KERAJAAN Pajajaran merupakan salah satu kerajaan besar dari Jawa Barat di masanya. Beribukotakan di Pakuan Pajajaran, konon kerajaan ini memiliki lima istana megah dengan nama berbeda-beda. Nama keraton ini begitu jarang disebutkan dalam catatan sejarah pada umumnya yang dikenal khalayak.

Dikutip dari "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi" dari Saleh Danasasmita, ada lima nama keraton istana yang namanya begitu panjang dan berupa nama-nama mandiri yakni Bima, Punta, Narayana, Madura, dan Suradipati. Kelimanya dapat dianggap terpisah-pisah, karena Suradipati dipandang sebagai intinya.

Ini dapat dibandingkan dengan nama-nama keraton lainnya Surawisesa di Kawali, Surasowan di Banten, dan Surakarta di Jayakarta. Berkaca pada hal itu dapat diduga kelima bangunan keraton yang dalam cerita Melayu sering disebut panca persada atau lima keraton.

Pendapat Poerbatjaraka kelima bangunan keraton itu boleh jadi dibangun secara berjajar. Hal ini agar aman, sebab jelas kata pakuan berarti keraton, Pakuan Pajajaran artinya Keraton Pajajaran. Konon ada pula yang menyebutnya keraton Pakuan.

Namun secara arti Pajajaran sebagaimana dikatakan ten Dam didasarkan pada keberadaan Pakuan yang diapit oleh Sungai Ciliwung dan Cisadane. Dimana posisi daerah yang dilintasi Kota Bogor dianggap sejajar.

Memang ten Dam pernah mengutip keterangan Kapten Adolf Winkler yang pada tahun 1690 pernah mengunjungi peninggalan Pakuan Pajajaran. Setelah menyeberangi Sungai Cikapancilan, Winkler menyebutkan bahwa rombongannya tengah berada di Pajajaran. Maka disebutkan pakuan berarti ibu kota / kota.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sedangkan kata Pajajaran adalah nama negara atau kerajaannya. Padahal ia juga mengutip bagian dari Carita Parahiyangan tadi. Maka negara berarti kota dan wilayah sedangkan wilayah sekelilingnya menjadi bawahannya.

Sebab terdahulu ada kebiasaan di mana ketika hendak menyebut negara orang akan menyebut ibu kotanya, bahkan sering kali nama keratonnya. Karena itu, kata Pakuan Pajajaran sudah sangat lengkap, nama keraton, nama ibu kota, dan nama wilayahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini