Share

Brigjen Ahmad dan Kombes Budhi Diduga Bohong di Awal Kasus Brigadir J, Ini Kata Mahfud

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 337 2645320 brigjen-ahmad-dan-kombes-budhi-diduga-bohong-di-awal-kasus-brigadir-j-ini-kata-mahfud-x0C5aA4iLZ.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dan eks Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto kembali menjadi sorotan dari masyarakat terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Masyarakat ramai menyorot pernyataan dua polisi aktif tersebut. Ditambah dengan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan bahwa seharusnya komentar prematur soal awal peristiwa tersebut adalah bentuk ketidak profesionalan dan pelanggaran etik.

"Itu pelanggaran etik tadi, tidak profesional, pelanggaran etik dan diperiksa oleh Irsus. Itu tidak boleh memberikan keterangan yang belum jelas," kata Mahfud dalam jumpa pers, Kamis 9 Agustus 2022 malam.

Brigjen Ramadhan dan Kombes Budhi kompak menyampaikan bahwa peristiwa awal itu merupakan baku tembak. Belakangan terungkap, tidak ada saling tembak, dan faktanya merupakan penembakan.

Tersangka Irjen Ferdy Sambo telah menskenariokan peristiwa itu seakan-akan baku tembak sesama anggota kepolisian.

Baca juga: Seluk-beluk Surat Sakti Bharada E Berujung Ferdy Sambo Tersangka

Bahkan, ketika itu, Ramadhan menyatakan dengan yakin, kasus itu berawal lantaran adanya pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Resmi Ditahan di Mako Brimob

Dalam beberapa konferensi pers, Ramadhan dan Budhi juga menyampaikan informasi yang seakan-akan menyakinkan masyarakat. Brigjen Ramadhan bahwa menjelaskan dengan detail bagaimana proses baku tembak itu. Padahal timsus yang dipimpin Komjen, tidak menemukan baku tembak.

Di sisi lain, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa Brigjen Ahmad Ramadhan disebut hanya menyampaikan fakta yang bersumber dari penyidik yang saat itu mengaku datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Tidak, kalau Karo (Brigjen Ahmad) kan sampaikan fakta dari sumber yang datang ke TKP yaitu Karo Provos dan Kapolres," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Dengan begitu, Dedi menegaskan bahwa sumber utama terkait insiden baku tembak bukan dari Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan.

Sebaliknya, dia hanya menyampaikan informasi dari sumber yang menyatakan informasi tersebut hasil olah TKP Polres Jakarta Selatan dan keterangan para saksi yang telah diperiksa penyidik.

Baca juga: Ramalan Mahfud MD Terbukti, Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

"Jadi kalau diproses sumbernya bukan Karo. Jadi dia mendapatkan informasi dari olah TKP penyidik Polres Jakarta Selatan dan pemeriksaan saksi," ujar Dedi.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD meminta agar pihak yang memberikan keterangan salah ke publik di awal kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk diperiksa. Mereka diperiksa dalam rangka dugaan adanya pelanggaran etik maupun pidana.

"Itu pelanggaran etik tadi, tidak profesional, pelanggaran etik dan diperiksa oleh Irsus. Itu tidak boleh memberikan keterangan yang belum jelas. 'Terjadi tembak-menembak sehingga yang satu meninggal', itu alat buktinya tidak ditunjukkan," kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini