Share

Seluk-beluk Surat Sakti Bharada E Berujung Ferdy Sambo Tersangka

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 337 2645312 seluk-beluk-surat-sakti-bharada-e-berujung-ferdy-sambo-tersangka-n4wjqOx9V2.jpg Bharada E (Foto: Antara)

JAKARTA - Polri membuka tabir fakta kasus penembakan Brigadir J merupakan pembunuhan yang telah diskenariokan. Empat tersangka ditetapkan, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus sopir bernama Kuwat dan Bripka Ricky Rizal.

Di balik penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus Brigadir J, terselip fakta adanya sepucuk surat sakti yang ditulis langsung oleh Bharada E. Tulisan tangan berisikan unek-unek itu menjadi pintu masuk tabir dari fakta kasus ini terungkap.

"Ada hal yang menonjol pada saat melaksanakan pemeriksaan khusus ini terhadap Bharada RE. Yang bersangkutan pada saat dilaksanakan pemeriksaan mendalam ingin menyampaikan unek-unek. Dia (Bharada E) ingin menulis sendiri. Tidak usah ditanya, Pak. Saya menulis sendiri," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto dalam jumpa pers, Selasa 9 Agustus 2022 malam. 

Surat sakti itu pun dibubuhi oleh cap jempol dan materai. Dengan kata lain, apa yang diakui oleh Bharada E adalah jujur sesuai fakta serta ditulis dengan sesadar-sadarnya.

Menurut Agung, dengan adanya pengakuan dari Bharada E tersebut, Tim Inspektorat Khusus (Irsus) menjadi dasar untuk diteruskan ke tim khusus yang mengusut tindak pidana pembunuhan tersebut.

"Dari itulah pemeriksaan. Karena sudah ada unsur pidananya maka kita limpahkan kepada Bareskrim Polri untuk melakukan tindakan penyidikan lebih lanjut," ujar Agung. 

Penguatan adanya tindak pidana dalam kasus ini, kata Agung, juga dikuatkan dengan pengakuan Bripka Ricky Rizal. Sehingga, semakin meyakinkan Irsus untuk berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait pengusutan dugaan pidana.

"Termasuk juga kepada Bripka RR pada saat dilaksanakan pemeriksaan khusus juga demikian. adanya dugaan tindak pidana juga maka kami limpahkan kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Agung. 

Dengan pijakan yang kuat, Agung mengungkapkan bahwa, tim khusus dan Irsus pun melakukan pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo di Mako Brimob.

"Kemudian, kemarin kami lapor kepada Kapolri bahwa timsus seluruhnya melaksanakan pemeriksaan mendalam kepada FS di Mako Brimob setelah dilakukan pemeriksaan mendalam maka juga telah ditemukan bukti yang cukup bahwa FS adalah melakukan tindak pidana," ungkap Agung.

Kenyataan lainnya, Agung menjelaskan, dalam perkara Brigadir J ternyata diduga ada 31 personel kepolisian yang dinilai melanggar kode etik. Mulai dari, Pama, perwira menengah, perwira tinggi, tamtama hingga bintara. Bahkan, 11 diantara personel kepolisian itu telah ditempatkan ke tempat khusus. 

"Nanti ada unsur pidananya juga kita nanti limpahkan lagi kepada Bareskrim Polri," tekan Agung.

Dalam kasus ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak. Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

Atas perbuatannya, mereka semua disangka melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini