Share

KPK Punya Gudang Baru untuk Menyimpan Barang Sitaan Kasus Korupsi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 337 2645257 kpk-punya-gudang-baru-untuk-menyimpan-barang-sitaan-kasus-korupsi-rjnZpspGPN.jpg Gedung Rumah Penyimpanan Benda Sitaan baru KPK yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jaktim. (MNC Portal/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) baru. Rupbasan baru KPK tersebut terletak di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Rupbasan itu berfungsi sebagai gudang untuk menyimpan barang hasil sitaan dan rampasan kasus korupsi.

Rupbasan baru KPK tersebut diresmikan pada hari ini. Ketua KPK, Firli Bahuri meresmikan langsung Gedung rupbasan tersebut. Kata Firli, Gedung Rupbasan KPK juga bisa digunakan penegak hukum lain. Hanya saja, barang yang boleh dititipkan harus terkait kasus korupsi.

"Kita berharap dengan peresmian ini maka benda sitaan dan rampasan tetap terjaga, kualitasnya tetap terjamin, dan nilai jualnya tetap bisa dipertahankan," katanya di Gedung Rupbasan baru KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (10/8/2022).

Firli membeberkan, Gedung Rupbasan baru KPK ini dibangun dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Awalnya, kata Firli, pagu anggaran untuk proyek gedung Rupbasan mencapai Rp78 miliar. Namun, akhirnya gedung ini dapat dibangun dengan anggaran Rp65 miliar.

"Gedung ini atau Rupbasan rencana anggaran dibutuhkan Rp78 miliar. Tapi, dalam perjalanannya kita bisa menghemat menjadi Rp65 miliar," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari KPK, gedung tersebut memiliki luas 7.831 m2. Gedung Rupbasan baru KPK dapat menampung 180 mobil berukuran kecil; 12 mobil berukuran besar; dan 120 motor. Gedung tersebut juga akan digunakan untuk menyimpan barang bukti lainnya seperti dokumen, perhiasan, ataupun barang mewah hasil korupsi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK, Cahya Harefa menjelaskan, Gedung Rupbasan baru ini merupakan aset milik terpidana sekaligus mantan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin. Aset ini telah disita dan dihibahkan ke negara. Kemudian, aset tersebut difungsikan untuk Gedung Rupbasan baru KPK.

"Dalam rangka pemulihan aset hasil tipikor secara optimal, efisien dan akuntabel KPK membutuhkan gedung fungsional untuk penyimpanan barang sitaan dan rampasan atas perkara tipikor yang ditangani KPK serta untuk penyimpanan arsip penindakan KPK," kata Cahya.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, berharap gedung tersebut dapat dimaksimalkan untuk memelihara dan menjaga barang hasil sitaan serta rampasan terkait tindak pidana korupsi. Agar nantinya, barang-barang hasil sitaan dan rampasan KPK dapat dilelang dengan harga tinggi.

"Rupbasan ini dilengkapi fasilitas penyimpanan dan perawatan yang laik agar barang-barang yang disimpan tersebut tidak mengalami depresiasi nilai aset pada saat proses lelang dilakukan. Sehingga nilai pengembalian kepada kas negara menjadi optimal," tutur Ali.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini