Share

Kasus Penembakan Brigadir J, Timsus Geledah 3 Rumah Ferdy Sambo

Awaludin, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 05:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 337 2645041 kasus-penembakan-brigadir-j-timsus-geledah-3-rumah-ferdy-sambo-9czl3xxuGd.jpg Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo (foto: dok MPI)

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Tim Khusus (Timsus) Polri telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi terkait kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yakni di Komplek Polri Duren Tiga nomor 58, Jalan Sagulung, dan di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Menurut Dedi, ketiga lokasi tersebut merupakan rumah tersangka penembakan Brigadir J Irjen Ferdy Sambo.

“Penyidik Timsus melakukan penggeledahan di tiga lokasi. Di Duren Tiga nomor 58, kemudian di Saguling dan satu lagi di Jalan Bangka,” kata Dedi seperti dilansir dari Antara, Rabu (10/8/2022).

 BACA JUGA:Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Keluarga Brigadir J Merekam Pernyataan Kapolri

Jenderal bintang dua itu menyebutkan, proses penggeledahan di tiga lokasi tersebut telah mendapatkan izin dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tujuannya adalah untuk mencari barang bukti terkait kasus penembakan terhadap Brigadir J di tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga.

“Hasilnya apa, karena masih berproses dugaan nanti akan disampaikan kepada teman-teman semua,” pungkasnya.

 BACA JUGA:Keluarga Brigadir J Mengaku Puas dengan Ancaman Hukuman Mati Terhadap Ferdy Sambo

Adapun kegiatan penggeledahan tersebut mendapat penjagaan ketat personel Brimob dengan seragam dan peralatan lengkap, serta kendaraan taktis, juga dipasang garis polisi di sekitar kegiatan.

Menurut Dedi, penjagaan ketat dilakukan atas permintaan penyidik Timsus Polri menyangkut masalah upaya penggeledahan di tiga lokasi.

“(Ketat) itu diskresi dari penyidik. Kalau penyidik melihat hal seperti itu ya penyidik seperti itu penyidik meminta bantuan untuk back-up pengamanan dalam proses penggeledahan,” sambungnya.

Proses penggeledahan dilakukan pada Selasa 9 Agustus 2022, sebelum Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini