Share

Soal Kasus Kematian Brigadir J, Mahfud MD: Seperti Tangani Orang yang Sulit Melahirkan

Awaludin, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 23:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 337 2645014 soal-kasus-kematian-brigadir-j-mahfud-md-seperti-tangani-orang-yang-sulit-melahirkan-NszAQfuz8J.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengibaratkan penanganan kasus kematian Brigadir J akibat ditembak, seperti kasus menangani orang hamil karena membutuh waktu lama.

"Kasus ini memang agak khusus, seperti kasus menangani orang hamil yang mau melahirkan tapi sulit melahirkan, sehingga terpaksa dilakukan operasi caesar," ujar Mahfud MD dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Selasa (9/8/2022).

 BACA JUGA:LPSK Beberkan Kondisi Istri Ferdy Sambo, Kerap Menangis dan Sulit untuk Berbicara

Ia mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo S Prabowo, telah mengeluarkan bayi itu malam ini dengan mengumumkan bekas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan, Inspektur Jenderal Polisi Fredy Sambo, sebagai tersangka dalam kasus skenario dan memerintahkan pembunuhan Brigadir J.

Menurut dia, pengusutan kasus itu mungkin akan berlanjut dengan mengungkapkan dugaan adanya upaya menghalangi-halangi proses penegakan hukum.

 BACA JUGA:Mahfud MD Sebut Motif Pembunuhan Brigadir J Sangat Sensitif Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa

"Pemerintah mengapresiasi Polri khususnya Kapolri Listyo Sigit yang telah serius mengusut dan membuka kasus ini secara terang," pungkasnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan terbaru kasus kematian Brigadir J, Selasa (9/8/2022). Kapolri mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka baru kasus Brigadir J.

"Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan Timsus telah memutuskan untuk menetapkan saudara FS sebagai tersangka," kata Kapolri.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini