Share

Ketika Mahfud MD Berbincang dengan Ketua KPK Soal Kasus Kematian Brigadir J

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Selasa 09 Agustus 2022 22:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 337 2644998 ketika-mahfud-md-berbincang-dengan-ketua-kpk-soal-kasus-kematian-brigadir-j-1Am89chEOJ.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Kemenkopolhukam)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, sempat berbicara dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen (Purn) Firli Bahuri terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Dalam percakapan tersebut Firli menyatakan, bahwa kasus ini gampang terungkap.

Awalnya Mahfud mengungkapkan, bahwa kasus ini menjadi lama terungkap lantaran pihak-pihak yang terlibat merupakan dari internal polri. Sehingga, ada fenomena psikopolitis, psikohierarkis dan kelompok-kelompok yang menyebabkan kasus sulit diungkap.

"Kalau kasus ini bukan menyangkut hal terjadi di tubuh Polri dan melibatkan pejabat tinggi polri ini, purnawiran kepada saya itu pak Firli (Ketua KPK) teman saya di KPK, 'Pak Menko katanya, kasus kaya gini itu kebangetan kalau tidak ketemu, wong orang hilang tubuhnya sudah terpisah, ada orang mati sudah dikubur dengan semen bisa ketemu kok," tutur Mahfud menirukan percakapannya, Selasa (9/8/2022).

 BACA JUGA:Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J: Tuntutan Sudah Terpenuhi

Mahfud mengatakan, penghalang-penghalang pengungkapan kasus ini merupakan psikopolitis dan psikohierarkis sebagaimana disebutkannya. Padahal, menurutnya dalam percakapan bersama Firli, tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) saja sudah bisa mengungkap kasus itu.

"Kalau kaya gitu tuh polsek aja bisa, kalau tidak ada psiko-psiko logical atau barier itu tadi, itu gampang polsek aja bisa, itu sebentar itu," tutur dia.

 BACA JUGA:Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Kuasa Hukum: Kami Hormati Penetapan Tersebut

"Karena tempatnya di sekian area meter sekitar tertentu, orangnya yang ada disitu sudah diketahui lebih dari dua atau tiga, itu gampang, dan memang dorongan masyarakat membuat itu menjadi gampang, membuang psycological barier tadi," pungkasnya.

 

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan terbaru kasus kematian Brigadir J, Selasa (9/8/2022). Kapolri mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka baru kasus Brigadir J.

"Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan Timsus telah memutuskan untuk menetapkan saudara FS sebagai tersangka," kata Kapolri.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak. Faktanya adalah, Bharada E disuruh menembak Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo pun diduga memainkan perannya sebagai pihak yang melakukan skenario agar kasus Brigadir J muncul ke publik dengan isu baku tembak.

Dalam hal ini, Ferdy Sambo menembak dinding di lokasi kejadian dengan pistol milik Brigadir J agar seolah-olah itu merupakan tembak menembak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini