Share

BNPB Mencatat 145 Jiwa Terdampak dan 40 Rumah Terendam Banjir di Pohuwato Gorontalo

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 09 Agustus 2022 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 337 2644795 bnpb-mencatat-145-jiwa-terdampak-dan-40-rumah-terendam-banjir-di-pohuwato-gorontalo-2X8RWQw7B3.jpg Banjir Gorontalo/ Foto: Binti Mufarida

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 145 jiwa terdampak banjir yang melanda Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Selain itu, banjir menyebabkan 40 rumah warga dan 4,5 Ha lahan pertanian jagung terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20 hingga 80 sentimeter.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada hari Senin (8/8/2022) pukul 18.50 WITA.

 BACA JUGA:LPSK Segera Putuskan Permohonan Perlindungan Istri Irjen Ferdy Sambo

Daerah terdampak mencakup Kecamatan Paguat, dan Desa Molamahu di Kecamatan Dengilo. Selain rumah, satu unit sarana pendidikan TK dan jalan trans Sulawesi dilaporkan ikut terendam banjir.

“Sebagai upaya penanganan darurat bencana banjir, BPBD Kabupaten Pohuwato telah terjun ke lokasi terdampak guna melakukan kaji cepat, penanganan dan evakuasi warga serta berkoordinasi dengan lintas instansi terkait dan pemerintah desa setempat,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (9/8/2022).

 BACA JUGA:Tim Brimob Sterilisasi di Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo

Sementara itu, dilaporkan banjir saat ini telah surut. Tim gabungan dan perangkat desa bersama warga juga mulai melakukan pembersihan sisa material seperti lumpur dan material lainnya.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi akan terjadi di wilayah Pohuwato hingga Rabu (10/8), sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Aam sapaan akrabnya mengungkapkan dari kajian InaRISK menunjukkan Kabupaten Pohuwato memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 13 kecamatan.

“BNPB mengimbau kepada seluruh unsur pemerintah daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca,” imbau Aam.

 BACA JUGA:Ikut BWF World Championship 2022, Ini Janji Chico Aura Dwi Wardoyo

Selain itu, Aam meminta agar dilakukan pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan perlu dilakukan secara berkala.

“Sebagai langkah-langkah kesiapsiagaan, jika terjadi hujan deras dengan durasi lebih dari satu jam dimana jarak pandang kurang dari 50 m, maka masyarakat di sepanjang aliran sungai dan sekitar lereng tebing diharapkan berinisiatif untuk melakukan evakuasi secara mandiri untuk sementara waktu,” ungkapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini