Share

Awal Agustus, BNPB Catat 19 Kejadian Bencana Melanda Indonesia

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 08 Agustus 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 337 2644176 awal-agustus-bnpb-catat-19-kejadian-bencana-melanda-indonesia-pDgoUJVWGY.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 19 kejadian bencana yang melanda wilayah Indonesia periode tanggal 1 sampai 7 atau seminggu awal Agustus 2022.

“Dalam satu minggu terakhir ini, kita mengalami dalam kurun waktu tanggal 1 sampai 7 Agustus kita mengalami 19 kejadian bencana yang melanda Indonesia,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pada Konferensi Pers secara virtual, Senin (8/8/2022).

BACA JUGA:Akibat Perubahan Iklim, Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering Bisa Terjadi Bersamaan 

Aam sapaan akrabnya mengatakan, 19 kejadian bencana tersebut hampir semuanya adalah kategori adalah bencana hidrometeorologi. “Jadi, masih berkisar hidrometeorologi kering dan hidrometeorologi basah,” ujarnya.

“Ada beberapa kejadian yang signifikan seperti kekeringan di Lanny Jaya, kekeringan yang kemudian diiringi oleh embun beku yang menyebabkan tanaman masyarakat gagal panen sehingga ada kelaparan,” ungkap Aam.

Selain itu, Aam mengatakan yang menjadi fokus BNPB saat ini adalah 2 kejadian banjir di Kalimantan yakni di Kapuas Hulu Kalimantan Barat dan Katingan di Kalimantan Tengah.

“Menjadi catatan kita, karena dua lokasi ini merupakan daerah yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat bahkan bapak Presiden akhir tahun lalu juga menyampaikan langsung bagaimana langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan supaya banjir tidak berulang lagi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ini,” katanya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sementara itu, kata Aam, kejadian bencana satu minggu terakhir dari tanggal 1 sampai 7 Agustus di mana di Sumatera terjadi banjir, di Bintan, kemudian di Banyuasin, dan di Ogan Ilir. Kemudian, ada banjir juga di Kalimantan Kapuas Hulu dan Katingan. Lalu, di Sulawesi, Bolaang Mongondow, Banggai, dan Konawe. 

“Jadi hampir semuanya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi kita mengalami hidrometeorologi basah,” tuturnya.

Aam mengatakan, saat ini di Papua mengalami bencana hidrometeorologi kering. Jadi, ada kekeringan di Kabupaten Lanny Jaya khususnya di distrik Kuyawage yang menyebabkan tanaman masyarakat tidak bisa panen.

“Ini juga menjadi perhatian kita di BNPB, kita sedang memikirkan upaya mitigasinya karena ini kekeringan klimatologis sehingga harus kita pikirkan bagaimana mengatasi kekeringan ini secara sistemik, tidak hanya dalam jangka panjang tentunya, tetapi juga dalam jangka pendek apakah bisa dengan modifikasi cuaca dan lain-lain,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini