Share

KPK Duga Bupati Mamberamo Tengah Beli Apartemen Pakai Uang Korupsi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 337 2643815 kpk-duga-bupati-mamberamo-tengah-beli-apartemen-pakai-uang-korupsi-0DPj6MbheA.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP) membeli apartemen hingga kendaraan bermotor menggunakan uang hasil suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di daerahnya. KPK telah menyita apartemen dan kendaraan bermotor tersebut.

Demikian terungkap setelah penyidik KPK memeriksa dua saksi yakni, karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Kristius Pagawak dan seorang Pendeta, Andreas Konstan Pagawak. Keduanya dikonfirmasi soal aliran uang Bupati Ricky yang diduga dibelikan apartemen dan kendaraan bermotor.

"Kedua saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penggunaan aliran sejumlah uang oleh tersangka RHP untuk membeli beberapa aset antara lain kendaraan bermotor dan apartemen," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (8/8/2022).

BACA JUGA:KPK Curigai Aktivitas Kedinasan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Pagawak 

"Sekaligus, melalui para saksi, juga dilakukan penyitaan atas aset-aset tersebut," sambungnya.

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang menyidik kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di Pemkab Mamberano Tengah, Provinsi Papua. KPK telah mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait dugaan suap dan gratifikasi di Pemkab Mamberamo Tengah.

 BACA JUGA:KPK Selisik Transaksi Perbankan Bupati Mamberamo Tengah

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

KPK juga sudah mengantongi sejumlah nama tersangka dalam penyidikan kasus ini. Salah satunya, Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak. Hanya saja, KPK belum mengumumkan secara resmi nama-nama tersangka terkait dugaan suap dan gratifikasi sejumlah proyek di Mamberamo Tengah Papua tersebut.

KPK akan mengumumkan secara resmi konstruksi perkara serta pihak-pihak yang telah ditetapkan tersangka setelah adanya proses penangkapan dan penahanan. KPK berjanji akan transparan dalam proses penyidikan perkara ini.

Ricky Pagawak diketahui juga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan KPK. Sebab, ia kabur saat hendak dijemput paksa KPK setelah dua kali mangkir dipanggil sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ricky kabur ke Papua Nugini melalui jalur tidak resmi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini