Share

Perindo Soroti Pendistribusian Bansos yang Libatkan Pihak Swasta

Muhammad Farhan, MNC Portal · Minggu 07 Agustus 2022 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 337 2643626 perindo-soroti-pendistribusian-bansos-yang-libatkan-pihak-swasta-jkIqabOcDw.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA  - Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Perindo, Efraim Yerry Tawalujan mempertanyakan pendistribusian bantuan sosial (bansos) berupa bahan pokok saat pandemi Covid-19.

 (Baca juga: Geger JNE Kubur Bansos Jokowi, Hotman Paris: Salahnya di Mana!)

Yerry mengungkapkan permasalahan tersebut karena adanya penimbunan bansos bahan pokok di tanah Jalan Tugu Jaya, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok yang ditengarai karena telah membusuk.

Dia juga mempertanyakan Kementerian Sosial yang melibatkan pihak swasta guna mendistribusi bansos tersebut. Padahal menurutnya, apabila itu menjadi program pemerintah seharusnya hanya menjadi tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) pemerintah yang berjenjang hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).

"Kementerian Sosial kan seharusnya memerintahkan jajarannya hingga pendistribusian bansosnya diatur berdasarkan kebijakan, sehingga kan satu pintu. Kok malah mempercayakan kepada pihak swasta?," ujar Yerry saat menjadi narasumber Podcast Aksi Nyata Perindo, Minggu (7/8/2022).

Menurutnya, keputusan pemerintah melibatkan pihak swasta hanya menambah persoalan di antara keduanya. Baginya, pihak swasta dapat diasumsikan cenderung berorientasi pada profit, sedangkan ini merupakan program bansos pemerintah.

"Pemberian tender bansos kepada pihak swasta itu kurang tepat. Ini kan distribusi bansos pemerintah, yaa seharusnya pakai jalur pemerintah saja untuk pembagiannya. Pihak ketiga itu kan notabenenya cari untung, padahal ini bansos loh," jelas Yerry kepada pemandu acara, Herjuno Syahputra.

Untuk itu, Yerry menilai keputusan penimbunan bansos tersebut menjadi keputusan yang tidak manusiawi. Adanya dugaan karena pembusukan sehingga harus ditimbun tersebut melukai perasaan rakyat di tengah kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19.

"Maka dari itu, saya pikir Polisi harus mengusut tuntas motif penimbunan bansos tersebut. Ini keputusan yang jahat sekali, di saat orang lain kelaparan, masih ada oknum-oknum yang tidak manusiawi seperti ini," tutup Yerry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini