Share

Tragedi Bom JW Marriott, Kepala BNPT: Pengingat Bahaya Ancaman Terorisme!

M Atik Fajardin, Sindonews · Minggu 07 Agustus 2022 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 337 2643563 tragedi-bom-jw-marriott-kepala-bnpt-pengingat-bahaya-ancaman-terorisme-Jr5OyCoTfH.jpg Kepala BNPT Boy Rafli Amar (Foto: Dok BNPT)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Komjen) Boy Rafli Amar menegaskan, perlawanannya terhadap segala bentuk terorisme. Untuk itu, semua harus bergandengan untuk berantas terorisme.

Boy dalam peringatan 19 tahun bom JW Marriott pada Jumat 5 Agustus 2022 mengungkapkan, tragedi bom JW Marriott menjadi pengingat akan bahaya dan ancaman terorisme. Selain itu, menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat agar tidak ada lagi aksi teror di Tanah Air maupun dunia.

Tragedi yang terjadi pada 5 Agustus 2003 silam ini diketahui menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 156 orang luka-luka. 

"Peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi lagi dan bergandeng tangan dalam melawan segala bentuk kekerasan, kita semua harus mengumandangkan bahwa peristiwa ini tidak layak terjadi di NKRI dan seluruh dunia," ujar Boy dalam keterangannya, Sabtu 6 Agustus 2022. 

BNPT bersama unsur pemerintah dan masyarakat melakukan kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi terus mengupayakan pencegahan terorisme. Dengan berbagai ide, mulai dari menyelenggarakan forum yang mempertemukan antara korban/penyintas dengan mitra deradikalisasi.

Menurut Boy, hal tersebut menjadi katalisator pemulihan dan reintegrasi sosial kedua pihak. "BNPT terus mempromosikan dan melakukan national resilience dari pengaruh ide teror yang berbasis kekerasan yang tidak bisa dilakukan secara parsial, harus dilakukan dengan cara komprehensif dengan pendekatan soft dan hard," ujarnya.

BACA JUGA:75 Tahun Aksi Heroik Pengeboman Markas Belanda, Pilot Jet Tempur TNI AU Terbang Napak Tilas 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sementara Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, mengatakan, aksi teror seperti di JW Marriott tidak boleh terjadi lagi di Indonesia. Pemerintah, katanya, secara serius menanggulangi terorisme dari hulu ke hilir dengan melibatkan unsur masyarakat. 

"Dalam menyikapi terorisme pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah telah mengadopsi whole government untuk melawan terorisme dari hulu ke hilir, kita juga menggandeng masyarakat untuk berkolaborasi karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melawan terorisme," katanya.

Dalam mengenang tragedi bom tersebut dilakukan juga tabur bunga dan doa bersama, peringatan ini juga dijadikan momen peluncuran buku The Power of Forgiveness: Memoar Korban Bom JW Marriott yang ditulis oleh Toni Sumarno yang merupakan salah satu korban bom JW Marriott 2003. Dia mengisahkan perjalanan hidup beliau sejak menjadi korban bom JW Marriott 2003, hingga menjadi aktivis deradikalisasi yang aktif mengunjungi dan berdiskusi dengan para narapidana kasus teror di dalam penjara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini