Share

Ketika Teori Darwin Dipatahkan Usus Buntu

Agregasi BBC Indonesia, · Minggu 07 Agustus 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 337 2643263 ketika-teori-darwin-dipatahkan-usus-buntu-OjlbNGKp9q.jpg

JAKARTA - Dalam bukunya tentang teori evolusi "Asal-Usul Manusia" atau "The Origin of Man", pada 1871 Charles Darwin berhipotesis bahwa usus buntu sebenarnya tidak punya fungsi apa-apa.

Ia disebut organ vestigial (sisa) yang telah kehilangan alasan keberadaannya, sebagai konsekuensi dari perubahan pola makan atau kebiasaan. Barangkali itulah hal yang sering diajarkan di sekolah.

Namun, pada pertengahan abad ke-20, dengan perkembangan alat yang memungkinkan kita untuk mengamati organ-organ kita lebih dekat, gagasan bahwa fungsi usus buntu hanya untuk meradang dan membahayakan nyawa mulai pudar.

Dan, pada abad ke-21, para ilmuwan telah menemukan bahwa ia lebih dari sekadar organ "sisa" evolusi.

Dilansir dari BBC, pada tahun 2007, satu tim dari Pusat Studi Kedokteran Universitas Duke membuat terobosan ketika mereka menemukan bahwa usus buntu memiliki biofilm yang kaya.

Biofilm adalah lapisan bakteri 'baik' yang hidup di usus dan membantu kita mengekstrak nutrisi dan energi dari makanan.

Selain itu, ketika mencerna serat, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek yang dapat masuk ke aliran darah dan mengalir ke otak untuk melindungi salah satu organ paling berharga tersebut.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Usus buntu yang misterius dan diremehkan itu ternyata berfungsi sebagai penampung bakteri 'baik' itu, siap untuk mengisi kembali usus ketika kita kehilangan mereka, misalnya ketika diare atau setelah minum antibiotik.

Ini tidak pernah bisa ditebak Darwin, karena pada masanya para ilmuwan belum mengetahui keberadaan mikrobioma dalam tubuh manusia.

Sementara itu, beberapa dekade sebelumnya para ilmuwan menemukan bahwa usus buntu memiliki konsentrasi tinggi jaringan limfoid terkait usus (gut-associated lymphoid tissue), atau GALT, tetapi waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa hal tersebut membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh jika terjadi serangan patogen.

Baca Selengkapnya BACA JUGA:Teori Darwin Soal Usus Buntu Terbantahkan, Rongga Kecil Itu Ternyata Punya Fungsi Besar Bagi Tubuh

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini