Share

Tarif Mahal, Jusuf Kalla Mengaku Prihatin dengan Situasi di Labuan Bajo

Carlos Roy Fajarta, · Sabtu 06 Agustus 2022 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 337 2643124 tarif-mahal-jusuf-kalla-mengaku-prihatin-dengan-situasi-di-labuan-bajo-a9yZv05v9d.jpg Jusuf Kalla/Istimewa

JAKARTA - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, M. Jusuf Kalla yang pernah mengemban tugas sebagai Duta pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru The New Seven Wonders 2012-2013 mengaku prihatin dengan kondisi terkini Labuan Bajo khususnya di Pulau Komodo.

Aksi unjuk rasa yang terjadi sehubungan pemberlakuan tarif baru yang tinggi sebesar Rp 3,75 juta untuk menikmati wisata Komodo, mengusik ketenangan daerah tujuan wisata Komodo tersebut.

Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, mengatakan Pulau Komodo saat ini sudah mendunia. Bahkan sudah menjadi destinasi favorit yang menyedot ribuan wisatawan.

Dengan pemberlakuan tarif baru yang tinggi secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisata ke Labuan Bajo.

"Yang terkena imbasnya adalah dunia wisata. Sementara pada sektor tersebut banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya," ujar Jusuf Kalla, Sabtu (6/8/2022).

Berbagai sektor turunan pariwisata seperti perhotelan, kuliner, pelayaran, unit usaha usaha kecil masyarakat hingga nelayan penangkap ikan yang membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar kata JK akan ikut terkena imbasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Demikian halnya dengan penerbangan yang sebelumnya ramai diyakini JK juga terancam kehilangan penumpang.

โ€œKarena itu tarif ini perlu dievaluasi. Dan saya usulkan tarfinya diturunkan, katakanlah 1 (satu) juta rupiah dan pengunjung dibatasi dengan kuota, misalnya 500 orang per hari. Jadi angka tersebut terukur dapat 500 juta tiap hari, dan perbulan bisa 15 milyar lebih pasti,โ€ kata Jusuf Kalla.

Dengan demikian kata JK maka masyarakat tetap mendapat penghasilan, karena hotel hidup, restoran hidup dan lain lainnya semua memiliki efek dan kota Labuan Bajo bisa hidup kembali.

Jusuf Kalla menguraikan sesuai pengalaman kalau orang wisata seperti komodo itu orang datangnya mungkin hanya sekali seumur hidupnya.

"Yang penting sudah pernah lihat. Jadi wisata itu harus memberikan ketenangan. Kalau di daerah wisata tidak tenang, ramai aksi demo, maka wisatawan tidak akan datang,โ€ kata Jusuf Kalla.

โ€œJadi itu kita turunkan tarif Rp 1 juta dan kita batasi jumlah pengunjung sampai 500 orang setiap harinya,โ€ tegas Jusuf Kalla.

Sebagaimana diketahui Taman Nasional Pulau Komodo resmi menjadi satu dari 7 Keajaiban Alam Dunia Baru New 7 Wonders of Nature pada 2013 silam.

Jusuf Kalla yang didaulat sebagai Duta Komodo saat itu berulang kali ke Pulau Komodo Labuan Bajo dan berkeliling kota mengkampanyekan agar masyarakat Indonesia vote Komodo yang kemudian jumlahnya dapat mencapai lebih 100 juta sms.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini