Share

Mengenal Adisucipto dan Halim Perdanakusuma, Pahlawan Nasional yang Merupakan Penerbang

Stefani Ira Pratiwi, Litbang Okezone · Minggu 07 Agustus 2022 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 337 2643110 mengenal-adisucipto-dan-halim-perdanakusuma-pahlawan-nasional-yang-merupakan-penerbang-UDkkCkaniL.jpg Adisucipto dan Halim Perdanakusuma/Wikipedia

JAKARTA - Nama Adisucipto dan Halim Perdanakusuma dikenal masyarakat sebagai nama bandar udara.

Nama tersebut dipilih dan diabadikan menjadi nama bandara sebagai penghargaan atas perjuangan yang mereka lakukan untuk Indonesia.

Berikut profil kedua pahlawan nasional yang merupakan penerbang tersebut.

1. Agustinus Adisucipto

Agustinus Adisucipto sering disebut sebagai “Bapak Penerbang Republik Indonesia.”

Namanya bahkan diabadikan sebagai bandara internasional Indonesia yang terletak di Yogyakarta, Adisucipto International Airport.

Ia memiliki banyak jasa dalam kemajuan Angkatan Udara Indonesia.

Sebelum memasuki karier di dunia penerbangan. Adisucipto mengikuti pendidikan penerbangan militer di Militaire Luchtvaart Opleidings School di Kalijati.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Ia merupakan orang yang rajin dan andal. Hal itu ditunjukkannya dengan pencapaian tingkat Groot Militaire Brevet dalam pendidikan penerbangan, meskipun kala itu marak terjadi diskriminasi antara pelajar Indonesia dengan Belanda.

Dalam karier sebagai penerbang, ia pernah menjabat sebagai Komodor Muda Udara yang bertugas mengambil alih seluruh material, personel, serta instalasi.

Pada 27 Oktober 1945, ia menciptakan momen yang bersejarah. Adisucipto menerbangkan pesawat Cureng yang berbendera merah putih di sekitar Yogyakarta.

Penerbangan pesawat dengan bendera merah putih ini merupakan kali pertamanya di sejarah Indonesia.

Hal tersebut ia lakukan dengan sengaja untuk membakar semangat Indonesia dalam melawan penjajah.

Bukan hanya itu, Adisucipto juga memiliki jasa dalam pembangunan sekolah penerbang. Ia merintis pendidikan penerbangan di Indonesia dengan mendirikan sekolah penerbangan di Yogyakarta pada 15 November 1945.

Adisucipto gugur pada tanggal 29 Juli 1947 akibat tembakan Belanda terhadap pesawat Dakota VT-CLA yang ia tumpangi.

Ia mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional melalui Keppres No. 071/TK/1974 pada tanggal 9 November 1974.

2. Abdul Halim Perdanakusuma

 

Selain Adisucipto, nama Abdul Halim Perdanakusuma juga diabadikan sebagai nama bandara internasional Indonesia, yakni Halim Perdanakusuma International Airport, yang terletak di Jakarta.

Halim Perdanakusuma ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 9 Agustus 1975 berdasarkan Keppres No. 063/TK/1975 karena jasanya hingga rela gugur saat memperjuangkan Indonesia.

Halim merupakan seorang penerbang. Sebagai awal dari karier penerbangannya, Halim Perdanakusuma dikirimkan ke Surabaya oleh Angkatan Laut Hindia Belanda untuk mengikuti pendidikan calon perwira Torpedo.

Ia juga sering mendapatkan penugasan sebagai militer. Dilansir dari laman resmi TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma pernah bertugas di Royal Canadian Air Force dan Royal Air Force dengan pangkat Wing Commander dan mendapat tugas di skuadron tempur pesawat Lancaster dan Liberator.

Oleh karena kedekatannya dengan Hindia Belanda, Halim sempat dicurigai sebagai tentara NICA dan kemudian ia ditahan dalam sel di Kediri.

Namun setelah dibebaskan, ia mendapatkan ajakan dari R. Soerjadi Soerjadarma untuk mengabdikan diri kepada Indonesia.

Ajakan tersebut ia terima dan dirinya menerima pangkat sebagai Komodor Muda Udara. Pangkat tersebut merupakan awal dari karier penerbangannya.

Halim Perdanakusuma merupakan tokoh penting dalam operasi militer udara. Perjuangannya berhenti pada 14 Desember 1947.

Ia gugur dalam kecelakaan pesawat ketika ia kembali setelah menyelesaikan tugasnya di Bangkok.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini