Share

6 Tokoh yang Terlibat Langsung dalam Proklamasi Kemerdekaan Soekarno hingga BM Diah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 07 Agustus 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 337 2643105 6-tokoh-yang-terlibat-langsung-dalam-proklamasi-kemerdekaan-soekarno-hingga-bm-diah-Ridq0Zlvxh.jpg Soekarno/Okezone

JAKARTA - Proklamasi menjadi puncak dari perjuangan bangsa Indonesia terbebas dari cengkeraman penjajah.

Pembacaan naskah proklamasi hingga dikibarkannya Sang Merah Putih pertama kali menjadi momen yang tidak terlupakan dalam sejarah.

Banyak tokoh yang terlibat dalam peristiwa ini. Mereka turut terlibat dalam berbagai peran mulai dari perencanaan, penyusunan naskah, hingga proses pelaksanaan.

Jasa-jasa mereka menjadi kunci kesuksesan dari kemerdekaan Indonesia. Berikut tokoh-tokoh yang terlibat langsung dalam proklamasi kemerdekaan.

1. Soekarno

Dikenal sebagai Bapak Proklamator, Soekarno berperan dalam pembacaan teks proklamasi yang mengukuhkan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, pria asal Blitar ini juga dikenal akan perjuangan-perjuangannya dalam meraih kemerdekaan.

Soekarno merupakan Ketua PPKI yang bertugas dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Di rumah Laksamana Maeda, Soekarno bersama Hatta dan Ahmad Soebardjo merumuskan naskah proklamasi.

Soekarno juga berperan sebagai perwakilan bangsa Indonesia dalam penandatangan naskah proklamasi.

Sebagai golongan tua, Soekarno bersama golongan tua lainnya berperan dalam memutuskan kapan dan di mana proklamasi dilaksanakan.

2. Mohammad Hatta

Sama seperti Soekarno, Mohammad Hatta juga ikut mewakili bangsa Indonesia dalam menandatangani teks proklamasi. Dalam perumusan naskah, dia menyumbangkan sebuah kalimat yang berbunyi “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

Kalimat tersebut merupakan kalimat kedua dalam teks proklamasi. Saat pembacaan teks proklamasi, Hatta ikut mendampingi Soekarno dengan berdiri di sampingnya.

Selain itu, Hatta juga merupakan anggota dari PPKI dan Panitia Sembilan yang merencanakan kemerdekaan Indonesia.

3. Sayuti Melik

Sayuti Melik tergabung dalam golongan muda yang mendesak Soekarno untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, dia juga berperan dalam pengetikan naskah teks proklamasi ditulis tangan oleh Soekarno.

Selain mengetik, Sayuti Melik juga mengubah beberapa kata dan kalimat yang ada dalam naskah asli yang ia nilai tidak tepat.

Sayuti Melik melakukan hal itu agar tidak menimbulkan persepsi yang salah pada naskah proklamasi.

4. Ahmad Soebarjo

Bersama Soekarno dan Hatta, Ahmad Soebarjo ikut merumuskan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Dalam pembuatannya, dia menyumbangkan sebuah kalimat yang berbunyi, “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.”

Kalimat itu menunjukkan betapa kuatnya tekad bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan.

Saat peristiwa Rengasdengklok, Ahmad Soebardjo menjadi penengah antara golongan tua dan golongan muda.

Dialah yang membujuk golongan muda untuk membawa Soekarno kembali ke Jakarta.

5. Soekarni

Di antara para golongan muda yang menculik Soekarno-Hatta, Soekarni adalah salah satunya. Pria asal Blitar ini ikut mendesak Soekarno untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Soekarni juga yang mengusulkan agar Soekarno dan Hatta saja yang menandatangani naskah proklamasi sebagai perwakilan bangsa Indonesia.

6. BM Diah

Saat perumusan teks proklamasi, BM Diah menjadi salah satu saksi yang menyaksikan secara langsung peristiwa bersejarah tersebut.

Sebagai seorang wartawan, dia berjasa dalam menyebarkan berita kemerdekaan ke seluruh wilayah Indonesia dengan mencetak surat kabar dan selebaran.

Pria kelahiran Aceh ini juga merupakan penyelamat dari naskah asli teks proklamasi. Setelah naskah proklamasi selesai diketik, naskah asli tersebut dibuang ke tempat sampah.

Namun, BM Diah mengambilnya kembali dan menyimpannya selama 49 tahun sebelum diberikan kepada Presiden Soeharto.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini