Share

Soekarno di Antara Inggit, Fatmawati dan Hartini

Andika Shaputra, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 337 2643059 soekarno-di-antara-inggit-fatmawati-dan-hartini-zzQFBUvWXv.jpg Soekarno/Ist

JAKARTA - Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan Istrinya Fatmawati, membuat catatan sejarah yang penting atas kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan hanya kisah cintanya yang terkenal, mereka juga memiliki peran atas perjuangan kemerdekaan.

Dikutip dari buku karya Adhe Riyanto yang berjudul 'Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik', menceritakan tentang perjuangan dan kisah cinta Soekarno dan ketiga istrinya.

Pada saat itu, Soekarno dan Fatmawati bertemu di Bengkulu saat ia menjalani pembuangan oleh Kolonial Hindia Belanda.

Di saat yang sama, Soekarno yang sudah berumah tangga dengan Inggit Ginarsih, tidak dapat menghapus kecintaannya pada Fatmawati.

Akhirnya, mereka menikah pada saat umur Soekarno 41 tahun dan Fatmawati 19 tahun. Fatmawati sebagai sang istri,  banyak menemani perjuangan Soekarno pada saat mendekati proklamasi.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Selain itu, ia juga menjahit bendera Merah Putih yang digunakan pada saat upacara proklamasi kemerdekaan.

Fatmawati adalah Ibu Negara setelah dilakukannya pelaksanaan upacara proklamasi Indonesia. Namun, ia menjalani kehidupannya dengan sangat merakyat dan inklusif.

Pernikahan mereka dikaruniai lima orang anak, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Kemudian, dikabarkan rumah tangga mereka sempat terguncang karena Soekarno meminta izin kepada Fatmawati untuk menikahi wanita yang bernama Hartini.

Pada saat itu, Fatmawati hanya berdiam dan menahan sesak di dada. Namun akhirnya, dengan lapang dada, Fatmawati menerima permintaan sang suami.

Setelah itu, Fatmawati meminta kepada sang proklamator agar  mengembalikan dirinya kepada orangtua dan menyelesaikan permasalahan itu dengan segera.

Ia memilih berpisah dengan sang suami karena beranggapan bahwa harga dirinya sedang diinjak-injak.

Pada saat Soekarno berada di akhir kekuasaanya dan sering sakit-sakitan, Hartini menjadi perawat dan pelayan setia sang suami. Dan ketika Soekarno wafat pada 1970,  Fatmawati mengirim karangan bunga yang bertuliskan “Tjintamu yang menjiwai hati rakyat, tjinta Fat.”

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini