Share

Meutya Hafid Minta Kemenlu RI Waspadai Situasi di Taiwan

Carlos Roy Fajarta, · Sabtu 06 Agustus 2022 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 337 2643055 meutya-hafid-minta-kemenlu-ri-waspadai-situasi-di-taiwan-yhbY4bZz0i.jpg Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid/Sindonews

JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid minta Kementerian Luar Negeri RI serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwwan untuk selalu mewaspadai situasi di wilayah itu.

Pasalnya, situasi di negara tersebut memanas dalam beberapa hari ini setelah Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada 2 Agustus 2022.

RRC juga mengecam kunjungan Pelosi. Bahkan setelah kunjungan tersebut, RRC melakukan latihan militer, antara lain dengan menembakkan roket ke arah Taiwan. Jet dan kapal perang juga diarahkan China ke Selat Taiwan.

Ketua DPP Partai Golkar tersebut mengakui, situasi di Taiwan saat ini aman bagi 300 ribu WNI seperti disampaikan Kemenlu RI. Namun dia mengingatkan, situasi di Taiwan bisa berubah dengan sangat cepat, tergantung berbagai hal, baik respons Taiwan dan AS maupun situasi dalam negeri RRC sendiri.

Meutya Hafid menekankan bahwa kepentingan nasional RI adalah keamanan dan keselamatan WNI.

"Itu adalah hukum tertinggi yang mesti kita junjung tinggi," ujar Meutya Hafid, Jumat (5/8/2022).

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Karena itu, politisi perempuan Partai Golkar itu meminta Kemenlu sejak dini menyiapkan pola komunikasi yang paling efektif dengan semua WNI di Taiwan.

"Penting bagi Kemenlu untuk menyiapkan komunikasi yang efektif agar dengan satu langkah, perwakilan RI di Taiwan bisa mengumpulkan semua WNI dalam persiapan evakuasi," tambah Meutya.

Hal lain yang diingatkan Meutya Hafid adalah jalur evakuasi dan titik kumpul semua WNI.

"Angka 300 ribu itu jumlah yang banyak. Karena itu semua persiapan perlu dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kepanikan pada waktu evakuasi," jelas anggota DPR dari Dapil Sumut I tersebut.

Hal terakhir yang diingatkan Meutya Hafid adalah transportasi untuk mengangkut semua WNI.

"Kemenlu diminta sejak dini bekerja sama dengan maskapai penerbangan maupun TNI agar evakuasi berjalan aman dan lancar," tutup Meutya Hafid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini