Share

KSP Sebut Penyelamatan WNI di Kamboja Bukti Negara Serius Perangi Perbudakan Modern

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 06 Agustus 2022 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 337 2643009 ksp-sebut-penyelamatan-wni-di-kamboja-bukti-negara-serius-perangi-perbudakan-modern-0yGWi1SNB7.jpg Ilustrasi/Freepik

Selain itu, PMI tidak mendapatkan gaji sesuai dengan tawaran, dipekerjakan tidak sesuai dengan jam kerja atau overwork, dan paspor pekerja migran ditahan oleh para agen-agen di Phnom Penh.

"Kasus ini diduga termasuk dalam perbudakan modern atau dapat dikatakan perdagangan manusia," kata Fadjar.

"Pemerintah pastikan menindak tegas permainan para oknum dan sindikat juga pelanggaran yang terjadi," imbuhnya.

Fadjar mengungkapkan, Kamboja merupakan salah satu negara yang baru-baru ini menjadi sarang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) termasuk dari Indonesia.

Untuk itu, KSP mendorong Kemlu untuk mengevaluasi perlindungan hukum untuk PMI di Kamboja, dan memperketat proses penempatannya.

"KSP mengajak Kemlu untuk membuat perjanjian bilateral dengan pihak Kamboja agar kasus-kasus seperti ini bisa dituntaskan dalam kerjasama perlindungan kedua negara," jelasnya.

Fadjar juga menekankan pentingnya pembentukan protokol aktif, responsif, dan terintegrasi antar semua lini, untuk menutup iklan, lowongan, dan tawaran penempatan kerja luar negeri yang terbukti mengandung unsur penipuan.

Terlebih, ujar dia, kasus serupa dengan modus berbeda telah terjadi. Sehingga perlu ada penguatan aspek koordinasi dalam penanganannya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini