Share

Humor Gus Dur: Nilai Otak Orang Indonesia Kalahkan AS, Jerman hingga Jepang!

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642764 humor-gus-dur-nilai-otak-orang-indonesia-kalahkan-as-jerman-hingga-jepang-rqptS21lj3.jpg Presiden KH Abdurrahman Wahid (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kerap melontarkan humor atau guyonan untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang. Humor ini biasanya berisi kritikan sarat makna namun tetap segar dibalut oleh guyonan khas Gus Dur.

Salah satunya adalah humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU online. Bukan Gus Dur namanya jika lawakannya tidak mengandung makna tersembunyi. Meskipun berupa sindiran, tapi guyonan itu mampu mengernyitkan dahi dan menusuk relung hati sembari senyum-senyum sendiri.

Suatu waktu ada pergelaran otak sedunia. Semua otak manusia di seluruh dunia terpampang nyata di dalam aquarium disertai label yang berisi besarnya nilai otak itu, dari yang tertinggi sampai terendah.

 Baca juga: Humor Gus Dur: Kalau Cari Pemimpin, Cari yang Wataknya Tidak Berubah!

Lalu ada seorang pengunjung yang mengamati nilai otak setiap negara. Dia melihat otak orang Amerika, Jepang, Jerman dan negara maju lainnya bernilai rendah.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Bukti Tentara AS dan Jepang Kalah Berani dari Indonesia

Dia tercengang tak percaya ketika melihat nilai otak Indonesia lebih tinggi dibanding negara maju lainnya. Lantas untuk menjawab ketidakpercayaanya itu, dia bertanya kepada penjaga pergelaran otak itu.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“Maaf, bolehkah saya bertanya mengapa otak Indonesia nilainya jauh di atas otak dari negara-negara lainnya? Padahal kita tahu otak dari negara lain lebih cerdas daripada otak Indonesia?,” terang seorang pengunjung.

Penjaga pun menjawab pertanyaan itu. “(Dengan senyum ramah dan ketenangan dalam menjawab) “Owh, itu karena otak Indonesia tidak pernah dipakai untuk berpikir. Jadi .semua yang ada di otak Indonesia masih baru dan belum pernah dipakai, maka nilainya pun menjadi sangat tinggi!,” ungkapnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini