Share

3 Tokoh Keturunan Arab Ini Berjasa Dalam Kemerdekaan RI, Nomor 1 Kakek Gubernur DKI

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 06 Agustus 2022 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642755 3-tokoh-keturunan-arab-ini-berjasa-dalam-kemerdekaan-ri-nomor-1-kakek-gubernur-dki-iXKvBPB4l8.jpg Foto: Biografi Abdurrahman Baswedan

KETERLIBATAN masyarakat dalam perjuangan meraih kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh para pribumi saja. Mereka yang merupakan warga keturunan asing, termasuk dari jazirah Arab, juga turut berperan dalam terciptanya kemerdekaan. Berikut adalah tokoh-tokoh keturunan Arab yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia.

 (Baca juga: Abdurrahman Baswedan, Keturunan Arab Ikut Berjuang demi Kemerdekaan Indonesia)

1. Abdurrahman Baswedan

Abdurrahmah Baswedan atau AR Baswedan adalah salah satu tokoh keturunan Arab yang ikut berpartisipasi dalam kemerdekaan Indonesia. Melansir Okezone, AR Baswedan mengajak masyarakat keturunan Arab lainnya untuk turut berjuang menggapai kemerdekaan. Pria kelahiran Surabaya tahun 1908 itu rupanya adalah kakek Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan.

Semasa hidup, AR Baswedan pernah bekerja sebagai wartawan di sebuah surat kabar. Meskipun keturunan Arab, namun secara tegas ia menunjukkan sikap ke-Indonesia-annya dan tampil menggunakan blangkon serta beskap. Sejarah mencatat, AR Baswedan pernah menjadi bagian BPUPKI dan turut bergabung dalam tim Agus Salim ketika berkeliling ke Timur Tengah sampai Indonesia mendapatkan pengakuan dari Mesir.

2. Habib Idrus bin Salim Al-Jufri

Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua merupakan seorang ulama dan pejuang yang mencurahkan hidupnya untuk pembangunan bangsa di bidang pendidikan dan dakwah Islam. Ia membangun basis pendidikan di wilayah Sulawesi Tengah.

Pria asal Hadramaut kelahiran 15 Maret 1892 itu melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia saat berusia 17 tahun. Kunjungan keduanya dilakukan pada 1922 dan menetap di Pekalongan, Jawa Tengah. Untuk menyambung hidup, ia berjualan batik dan pindah ke Solo untuk menjadi guru di sebuah madrasah.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Idrus mulai membangun sekolah pertamanya di Palu, Sulteng dengan biayanya sendiri. Dengan nama Alkhairaat, Idrus merintis pendidikan agama Islam di masa penjajahan. iNews menyebut, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri sudah membangun 420 madrasah semasa hidupnya, yang tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, hingga Papua.

3. Faradj bin Said

Faradj adalah seorang pedagang keturunan Yaman yang berjasa dalam detik-detik kemerdekaan Indonesia. Melansir laman Sindonews, Faradj adalah pemilik rumah di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini yang menjadi tempat dibacakannya teks proklamasi. Rumah itu diketahui juga menjadi tempat tinggal sementara Soekarno menjelang pembacaan proklamasi.

Namun, rumah bersejarah itu sudah dihancurkan pada 1962 untuk dibangun Gedung Pola, setelahnya dibangunlah monumen Tugu Proklamasi.

Kebenaran penggunaan rumah Faradj sebagai lokasi penuh sejarah itu terungkap dalam surat dari pemerintah yang diwakilkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perhubungan RI HM Sitompul pada 14 Agustus 1950. Melalui surat itu, pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Faradj lantaran telah meminjamkan kediamannya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini