Share

Komnas HAM Belum Yakin Brigadir J Lecehkan Istri Ferdy Sambo

Riana Rizkia, MNC Portal · Jum'at 05 Agustus 2022 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642741 komnas-ham-belum-yakin-brigadir-j-lecehkan-istri-ferdy-sambo-80fK8MIZgR.jpg Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kepada istri Irjen Ferdy Sambo.

Hal tersebut diungkap Taufan karena pihaknya belum menemukan adanya bukti kuat yang menemukan kejadian tersebut.

"Jadi saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada, makanya kami juga belum bisa meyakini apa terjadi pelecehan seksual atau tidak," ujar Taufan dalam acara diskusi virtual 'Menguak Kasus Penembakan Brigadir J', Jumat (5/8/2022).

 BACA JUGA:Pengacara Brigadir J Minta yang Halangi Penyidikan Tak Hanya Dimutasi tapi Juga Ditersangkakan

Yang menjadi masalah, kata Taufan, seseorang yang berada di lokasi kejadian pada saat itu hanya Bharada E. Saat dugaan pelecehan terjadi, kata Taufan, Bharada E lah yang mendengar teriakan istri Ferdy Sambo.

"Problem krusialnya karena di TKP itu yang bisa kita dapatkan hanya keterangan Bharada E, yang dia katakan dia mendengar teriakan-teriakan dari si ibu ini, 'tolong Richard'," kata Taufan.

 BACA JUGA:Istri Ferdy Sambo ke Brigadir Yosua: Kamu Adalah Staf yang Luar Biasa

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sementara, berdasarkan keterangan ajudan lain yakni Riki, dia hanya melihat Brigadir Yosua mengacungkan senjata ke arah tangga tanpa tau siapa lawan baku tembaknya.

"Riki yang juga berada di lantai bawah, tetapi Riki sebenarnya tidak melihat langsung tembak menembak itu," tuturnya.

"Jadi keterangan bahwa selama ini ada keterangan Yosua sedang menodongkan senjata, dalam keterangan mereka ini enggak ada peristiwa itu," sambungnya.

Jadi, kata Taufan, banyak keterangan yang ternyata tidak cocok, atau berbeda antara satu dan lainnya.

"Makanya banyak sekali yang tidak klop antara keterangan yang disampaikan di awal dengan yang sudah kami telusuri," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini