Share

Pengacara Brigadir J Minta yang Halangi Penyidikan Tak Hanya Dimutasi tapi Juga Ditersangkakan

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Jum'at 05 Agustus 2022 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642713 pengacara-brigadir-j-minta-yang-halangi-penyidikan-tak-hanya-dimutasi-tapi-juga-ditersangkakan-FyaTpL8ZV4.jpg Brigadir J/ Foto: MPI

JAKARTA - Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo resmi memutasi sebanyak 15 jabatan baik di tingkat Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan. Hal ini menyusul adanya dugaan menghalangi proses penyidikan pada kasus penembakan Bharada E yang menyebabkan tewasnya Brigadir J.

 BACA JUGA: Viral, Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Terlihat Jelas

Menanggapi hal ini, Pengacara Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak meminta Kapolri bukan hanya berani mencopot. Namun berani menjadikan tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo pada Juli lalu.

“Saya minta tidak hanya dicopot dari jabatannya, bila terbukti (terlibat) dijadikan juga tersangka,” ucap Kamarudin dalam Forum Grup Diskusi bertajuk Menguak Kasus Penembakan Brigadir J: Masa Depan Polri di Tangan Bareskrim dan Satgasus via zoom, Jumat (5/8/2022).

 BACA JUGA:Prabowo: Keputusan Saya Bergabung ke Kabinet Jokowi Tak Salah

Persangkaan yang bisa menjerat pada belasan polisi itu dinilai Kamarudin bisa turut serta dalam membantu melakukan pembunuhan terencana. Jika pun tidak, bisa saja dipersangkakan dengan mengalangi tindak penyidikan.

“(persangkaan pasal) yaitu turut serta melakukan pembunuhan terencana dan atau membantu melakukan, atau menyuruh melakukan dan atau setidak-tidaknya menghalangi penyidikan baik mencuri barang bukti atau menghilangkan atau menyembunyikan barang bukti,” jelas dia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Adanya ketidaktransparan ini, tambah Kamarudin, juga membuat dirinya menyarankan bahwa pengusutan kasus perlu melibatkan TNI hingga Kejaksaan Agung. Hal ini untuk meringan beban Polri dalam menguak insiden tersebut.

 BACA JUGA:Tak Kunjung Pulang, Lansia Ditemukan Tewas di Kolam Ikan

“Makanya saya meminta supaya beban Polri tidak berat ada baiknya tidak cukup pak Presiden pidato-pidato saja, biarkanlah dibentuk tim independen yang melibatkan angkatan darat laut dan udara, kemudian melibatkan oditur militer, polisi militer, kemudian melibatkan penyidik Polri kemudian melibatkan Jaksa Agung atau Kejagung, praktisi dan NGO (non government organization),” tukas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini