Share

Kamarudin Simanjuntak Klaim Polri Terbelah Jadi Kubu saat Usut Penembakan Brigadir J

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Jum'at 05 Agustus 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642650 kamarudin-simanjuntak-klaim-polri-terbelah-jadi-kubu-saat-usut-penembakan-brigadir-j-QWuqlcMO85.jpg Kamarudin Simanjuntak (Foto: Okezone)

BEKASI - Pengacara Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak mengklaim bahwa saat ini polisi terbelah menjadi dua kubu saat usut perkara penembakan Bharada E kepada Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Dua kubu itu, kata dia, ada polisi yang ingin membuka kasus penembakan Brigadir J dan kubu lainnya ingin menutup rapat kasus tersebut.

“Dari pihak kepolisian, ada dua kubu yang saya perhatikan, ada yang kepingin membuka masalah ini secara terang benderang, tetapi ada juga kubu yang berusaha terus menutup perkara ini,” ujarnya dalam FGD bertajuk 'Menguak Kasus Penembakan Brigadir J: Masa Depan Polri di Tangan Bareskrim dan Satgasus', Jumat (5/8/2022).

Dia menjelaskan, kubu polisi yang dinilainya berusaha menutupi kasus penembakan Brigadir J terlihat dengan cara menghilangkan barang bukti untuk menghalangi penyidikan.

Baca juga: Ini Pernyataan Pengacara Brigadir J soal Minta CCTV dan Petir Diperiksa yang Disorot Mahfud MD

Sementara kubu lainnya yakni dengan membuat isu hoaks yang bertujuan supaya perkara penembakan ini tidak terkuak.

“Bahkan, ada dugaan merekayasa agar pelaku tidak dijadikan tersangka sehingga menyuruh Bharada E sebagai pelaku,” jelas dia.

Tindakan kubu polisi yang berniat menutupi dapat terlihat dari baju yang dikenakan Brigadir J saat insiden terjadi. Baju itu, tambah dia, tidak pernah diperlihatkan.

Baca juga: Pengacara Brigadir J Minta Petir Diperiksa, Mahfud: Logika Publik Cerdas

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“Bahkan yang paling sederhana, baju dari pada almarhum (Brigadir J) ketika dia dibantai belum pernah diperlihatkan demikian juga handphoneya tiga, sampai sekarang belum diperlihatkan, malah saya dengar HP yang disita itu HP yang baru dibeli, bukan HP sesungguhnya,” tutur dia.

Meski begitu, pihaknya masih mengapresiasi para penyidik yang menetapkan tersangka Bharada E dengan Pasal 338 yang menjadi laporan dari kuasa hukum keluarga. Di sisi lain pasal berjuncto 55 dan 56 itu memungkinkan adanya tersangka lain selain Bharada E.

“Artinya akan ada segera tersangka-tersangka lainnya yg kita perkirakan minimal sembilan bahkan sampai puluhan orang begitu,” tukas dia.

Baca juga: Pengacara Sebut Brigadir J Terima Ancaman Akan Dibunuh Sejak Juni dari Skuad Lama

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini