Share

Pengacara Putri Candrawathi Semprot Komentator soal Bawahan Berani ke Istri Atasan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 05 Agustus 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642517 pengacara-putri-candrawathi-semprot-komentator-soal-bawahan-berani-ke-istri-atasan-eIeiHKInA6.jpg Ferdy Sambo dan istri/ Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Peristiwa penembakan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Ferdy Sambo di Komples Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, terus menjadi sorotan masyarakat.

(Baca juga: Viral! Video Ferdy Sambo saat Jadi Anak Buah Krishna Murti, Kini Pangkatnya Lebih Tinggi)

Kuasa hukum Putri Candrawathi, Patra M Zein, meminta masyarakat agar menghormati kliennya sebagai pelapor dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat.

Dalam kesempatan ini, Patra mengimbau para komentator untuk tidak memberikan keterangan yang merendahkan Putri Candrawathi sebagai korban kekerasan seksual.

Hal tersebut kata dia tertuang dalam UU Nomor 12 Tahun 2022, tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang baru saja disahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ada larangan-larangan yang tidak boleh dan mesti kita paham. Pertama kita menunjukkan sikap atau pernyataan yang merendahkan korban, nggak boleh. Baik dalam pemberitaan ataupun dalam perkataan, ini amanat undang-undang," ujar Patra kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (5/8/2022)

Mantan Ketua YLBHI ini kemudian menyinggung komentator-komentator yang kerap memberikan komentar atau pandangan yang merendahkan Putri Candrawathi sebagai korban kekerasan seksual. Ia memperingatkan.

"Kami protes ke kuasa atau komentator yang sampaikan 'tidak mungkin ini' atau 'masa sih berani bawahan sama istri atasan', nggak boleh, ini amanat undang-undang ini," tegasnya.

Dia melanjutkan, soal bukti dugaan pelecehan seksual Brigadir Yosua yang dilaporkan Putri Candrawathi, Patra mengatakan bukan tugas kliennya untuk mencari pembuktian.

"Yang kedua, beban pembuktian itu bukan sama Ibu PC ya, saya ulangi, beban pembuktian itu bukan dibebankan ke klien kami. Tanpa pemeriksaan, hanya sertifikasi laporan itu sebenarnya sudah cukup,"ucapnya.

Patra juga meminta masyarakat menutup identitas lengkap istri Irjen Sambo ini. Sebab, hal ini dilindungi oleh undang-undang.

"Kalau seorang istri jenderal saja diperiksa berulang kali ini bisa membuat masyarakat, terutama korban takut untuk melapor terutama kaum perempuan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini