Share

3 Jenderal Dicopot Usai Hambat Kasus Penembakan Brigadir J, Kompolnas: Mencoreng Institusi Polri!

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 05 Agustus 2022 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642369 3-jenderal-dicopot-usai-hambat-kasus-penembakan-brigadir-j-kompolnas-mencoreng-institusi-polri-lLh05I9HZT.jpg Brigadir J semasa hidup/medsos

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah tegas dengan memutasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah buntut kasus tewasnya Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat,

Hal tersebut Berdasarkan Surat Telegram (ST) Nomor ST: 1628/VIII/KEP/2022 tanggal 4 Agustus 2022 yang juga beredar di kalangan awak media.

(Baca juga: Viral! Video Ferdy Sambo saat Jadi Anak Buah Krishna Murti, Kini Pangkatnya Lebih Tinggi)

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengapresiasi keputusan Kapolri dalam membuat terang kasus tewasnya Brigadir Yosua yang ditembak Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

"Kami mendukung ketegasan Kapolri dalam memeriksa 25 anggota Polri untuk diproses kode etik karena diduga menghalangi proses penyidikan di kasus Brigadir J," kata Poengky, Jumat (5/8/2022) ketika dikonfirmasi.

Ia menuturkan mutasi tersebut diperlukan agar bagi pihak-pihak yang diduga melakukan tindakan pidana tidak mempengaruhi proses penyidikan yang tengah dilakukan Tim Khusus Polri.

"Jika ada dugaan tindak pidana, maka mereka yang diduga melakukan tindak pidana akan diproses pidana. Selain itu Kapolri juga akan melakukan mutasi bagi anggota yang diduga terlibat," kata Poengky Indrati.

Lebih lanjut ia menyebutkan berbagai proses menghambat penyidikan justru dapat mencoreng nama institusi Polri di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu maju dan perintah dari Presiden RI Joko Widodo untuk mengedepankan transparansi.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Dugaan tindakan menghalangi proses penyidikan mengakibatkan terhambatnya proses lidik sidik kasus ini, sehingga mencoreng profesionalitas, kemandirian dan nama baik Polri," tambah Poengky Indrati.

Ia meyakini dengan berbagai upaya yang dilakukan Kapolri dalam menyingkap kasus tewasnya Brigadir Yoshua dapat menemukan titik cerah dan kembali membawa marwah korps Tri Brata menjadi institusi yang semakin dipercaya masyarakat.

"Kompolnas optimistis ketegasan Kapolri akan memperlancar proses penyidikan kasus ini. Kompolnas akan terus mengawal proses penyidikan kasus ini dan memastikan Polri profesional dan mandiri," tutup Poengky Indrati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini