Share

Asal Mula Nama Prabu Siliwangi saat Bertahta di Kerajaan Pajajaran

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 05 Agustus 2022 05:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 337 2642331 asal-mula-nama-prabu-siliwangi-saat-bertahta-di-kerajaan-pajajaran-PDlFUKUzCG.jpeg Prabu Siliwangi. (Foto: Wikimedia Commons)

PRABU Siliwangi menjadi satu raja yang memerintah di Kerajaan Pajajaran. Di tangannya kerajaan yang ada di tanah Sunda ini menjadi salah satu kerajaan besar yang disegani. Tapi siapa sebenarnya sosok Prabu Siliwangi memang masih menjadi pertanyaan.

Tokoh Prabu Siliwangi digambarkan oleh Carita Purwaka Caruban merupakan raja Pajajaran yang memerintah di Pakuan. Ia merupakan keturunan Galuh, yang pernah tinggal di keraton Surawisesa yang berada di Priangan Timur, sebagaimana dikisahkan pada buku "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi" tulisan Saleh Danasasmita.

Sebagai raja di Pakuan Pajajaran, dia memakai nama Prabu Dewatawisesa dan tinggal di kedaton Pakuan yang bernama Sang Bima. Prabu Siliwangi memerintah sesudah Wastu Kancana bertahta.

 Baca juga: Benteng Parit Kerajaan Pajajaran Karya Prabu Siliwangi Sulit Ditembus

Siliwangi sebenarnya bukan nama asli dari raja semasa menjabat. Purwaka Caruban secara jelas menyebut bahwa nama raja resmi adalah Prabu Dewatawisesa, yang bisa disamakan dengan nama Prabu Guru Dewataprana pada Prasasti Batutulis.

Kemunculan nama Siliwangi sendiri dipengaruhi oleh nama raja yang resmi dalam bahasa Sunda sering disebut Wawangi. Arti harfiahnya adalah seuseungit, karena seungit yang berarti harum, wangi, atau kemasyhuran raja terletak pada namanya yang resmi.

Karena upacara penobatan kerap kali harus diikuti dengan penetapan nama resmi. Pada bahasa Sunda, diistrenan sama dengan dijenengkeun yang artinya digelari, didudukkan, sedangkan ngaran (nama) sering disebut jenengan sebagai gelaran. Kata jeneng sesungguhnya berarti bungkeuleuk sama wastu (berujud).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sedangkan Sri Baduga Maharaja diidentikkan dengan Prabu Siliwangi baru menduduki posisi Susuhunan Pajajaran dalam rentang tahun 1482 - 1521. Jadi pada tahun 1482 beliau dinobatkan dengan memakai gelar di ngaran Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Ratu Dewata. 

Keterangan Babad Siliwangi bahwa Siliwangi berarti asilih wewangi berganti nama/gelar sesungguhnya bersesuaian dengan Prasasti Batutulis. Dikarenakan berganti nama atau gelar, Sri Baduga Maharaja pun terkenal sebagai Siliwangi (yang berganti nama).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini