Share

Bermunculan Relawan Politik Jelang Pemilu, Pengamat: Rawan Ditunggangi Kepentingan Gelap

Tim Okezone, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2642292 bermunculan-relawan-politik-jelang-pemilu-pengamat-rawan-ditunggangi-kepentingan-gelap-e43js3XgJU.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Menjamurnya keberadaan relawan politik adalah hal yang wajar dalam praktik politik sebelum Pemilu di Indonesia. Relawan ini menemukan tempat terutama saat mulai berlakunya politik pada pemilihan umum secara langsung, baik dalam pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah.

Terkait fenomena tersebut, Pengamat politik dan pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif berpendapat, eksistensi relawan politik merupakan energi positif dalam percaturan politik sebelum pemilu, namun kerap ditumpangi praktik politik gelap.

“Apalagi bakal calon atau kandidat yang didukung masih menjabat atau masih menduduki kursi politik, sehingga ada sisi gelap yang memungkinkan akan terjadi politisasi jabatan," kata Ikhwan, dalam rilis yang diterima Okezone, Kamis (4/8/2022).

Ikhwan berpandangan, anggapan keliru terhadap relawan politik sebagai perpanjangan tangan partai politik atau sengaja dibentuk oleh salah satu figur politik, dapat dibantahkan apabila relawan politik menunjukkan sikap dan tindakan yang benar-benar murni dari keinginan rakyat terutama dari daerah-daerah. Bukan sebaliknya dimobilisasi oleh kepentingan elit politik tertentu.

"Jika benar relawan politik ini adalah murni dari niat atau inisiatif masyarakat dari beberapa daerah, maka relawan politik harus dilindungi dengan aturan-aturan yang jelas. Kemunculan relawan politik tentu membawa dampak positif pada partisipasi politik masyarakat,” ucap dia.

Sampai hari ini, lanjut Ikhwan, belum ada aturan yang jelas terkait eksistensi relawan politik karena mereka bukan organisasi sayap partai politik dan bukan perpanjangan partai politik tertentu.

"Menurut saya aturan main relawan politik ini masih gelap, dis atu sisi eksistensinya membawa dampak positif karena mengubah mindset politik masyarakat untuk tidak apatis. Di lain sisi mobilisasi relawan politik kadang tidak ubahnya seperti pergerakan kader-kader partai atau organisasi sayap partai politik untuk memenangkan salah satu kandidat dalam Pilpres atau Pilkada,” ucapnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“Mana ada pergerakan atau mobilisasi tanpa akomodasi, yang erat kaitannya sama uang (logistik). Ini yang mungkin menjadi perhatian khusus bagaimana relawan politik tidak dijadikan tumbal politik, atau tidak terlibat dalam money politik nantinya," sambungnya.

Ikhwan berpandangan, harus ada aturan khusus yang mengikat karena relawan politik ini tidak sepenuhnya ‘rela’. “Sebab jika calon yang diusung nantinya menang di Pilpres atau Pilkada, tidak heran relawan politik mendapat cipratan berupa posisi penting di pemerintahan, misalnya komisaris atau staf khusus presiden atau staf khusus Menteri," ungkap Ikhwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini