Share

Usut Penembakan Brigadir J, Bareskrim Periksa 43 Saksi

Riana Rizkia, MNC Portal · Kamis 04 Agustus 2022 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 337 2642266 usut-penembakan-brigadir-j-bareskrim-periksa-43-saksi-dPmLk4STK9.jpg Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan bahwa pihaknya saat ini penyidik telah memeriksa 43 saksi dalam kasus penembakan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Dari 43 saksi, Agus mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan tersangka Bharada E.

"Hasil penyidikan yang dilakukan jajaran Barekrim sudah memeriksa sampai dengan hari ini 43 saksi. Satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Agus mengatakan, Bharada E dijerat dengan sangkaan pasal 338 juncto Pasal 55 dan atau 56 KUHP.

"Sangkaan pasal yang diterapkan adalah 338 juncto 55 juncto 56," katanya.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa 42 saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini. Di antara saksi itu merupakan saksi ahli.

Baca juga: Kapolri Resmi Copot Irjen Ferdy Sambo Sebagai Kadiv Propam

"Berdasarkan rangkaian penyelidikan dan penyidikan yang sudah dilaksanakan sejauh ini oleh timsus, khususnya Bareskrim Polri, di mana sampai dengan hari ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada 42 orang saksi," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat jumpa pers, Rabu 3 Agustus 2022 malam.

Baca juga: Mutasi Polisi Hambat Olah TKP Brigadir J, Kapolri: Kita Dalami Apakah Pidana atau Kode Etik

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah memeriksa 25 personel di lingkungan kepolisian, dan bisa berlanjut ke pidana. Namun sejauh ini pemeriksaan terhadap 25 personel baru terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

"Kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana kita juga akan memproses pidana yang dimaksud," ucap Jenderal Sigit dalam jumpa pers, Kamis (4/8/2022).

Adapun 25 itu berasal dari berbagai kesatuan dengan rincian sebagai berikut:

- 3 Personel Pati Bintang Satu

- 5 Personel Kombes

- 3 Personel AKBP

- 2 Personel Kompol

- 7 Personel Pama

- 5 Personel Bintara dan Tamtama

Baca juga: Kapolri Minta Timsus Jelaskan Polemik Rusaknya CCTV saat Penembakan Brigadir J

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini